Imam Besar Masjid Istiqlal Jelaskan Virus Corona Bukan Azab

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasaruddin Umar, MA, Ph.D, angkat bicara soal vaksin dan imunisasi dalam hukum Islam. - Suara.com/Risna Halidi
13 Maret 2020 14:57 WIB Newswire Jogja Share :


Harianjogja.com, JAKARTA- Terjadinya wabah virus Corona di seluruh dunia mengacaukan kehidupan di berbagai sektor seperti kesehatan, sosial, ekonomi hingga pariwisata.

Meski demikian, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menegaskan virus Covid-19 (Corona) bukanlah sebuah azab yang diberikan Allah SWT. Ia meminta masyarakat tidak mempolitisasi kasus virus Corona di Indonesia.

"Yang ingin saya garisbawahi bahwa virus ini tidak ada kaitannya dengan kebijakan yang, ya jangan dipolisitir lah," ujar Nasaruddin di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (14/3/2020).

Pernyataan Nasaruddin merespons bahwa virus corona dianggap azab yang diberikan Allah SWT.

Menurutnya, di dalam hadist, disebutkan bahwa tidak ada lagi azab setelah doa Nabi Muhammad SAW dikabulkan. Namun berdasarkan Alquran, yang ada hanyalah musibah dan bala, bukanlah azab.

"Saya ingin mengatakan bahwa dalam hadist Nabi, azab sudah tidak ada lagi setelah doa Rasulullah dikabulkan. Yang muncul nanti musibah dan bala. Dalam Al Quran ada musibah dan ada bala. Dalam Alquran ada musibah, ada bala, ada azab," kata dia.

"Azab sudah tidak ada lagi, yang ada hanya musibah. Kalau azab hanya menimpa orang kafir, tidak menimpa orang beriman. Tapi kalau musibah, dua-duanya kena, siapa yang lengah, kena. Sama dengan bala," sambungnya.

Karena itu Nasaruddin meminta masyarakat untuk tidak menanggap virus corona sebagai azab.

"Karena itu kita jangan anggap ini (Corona) adalah azab. Definisi azab dalam Alquran diciptakan kepada umat terdahulu. Doa Rasulullah inilah yang kita bersyukur kepada Nabi, tidak akan ditimpakan azab lagi kepada umat. Ini ada hadisnya," katanya.

Sumber : Suara.com