Di Tengah Pandemi Corona, Terminal Giwangan Belum Terapkan Prosedur Kesehatan

Terminal Giwangan, Jogja. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
17 Maret 2020 20:47 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Terminal Giwangan menjadi salah satu pintu ribuan orang dari dan ke Kota Jogja. Namun, terminal ini belum menerapkan prosedur kesehatan yang aman di tengah pandemi Corona.

Kepala Stasiun Pelayanan Terminal Giwangan Bekti Yunanta mengatakan pemeriksaan kesehatan kepada penumpang berupa pengecekan suhu tubuh kepada penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) baru dilaksanakan satu kali. “Kemarin Minggu [15/3/2020] bersama Polda DIY, Dandim, Dinas Kesehatan DIY, Dinas Perhubungan Kota dan Provinsi,” ujarnya, Selasa (17/3/2020).

Dalam pemeriksaan itu, pihaknya tidak menemukan adanya penumpang terindikasi corona. Ia menuturkan belum ada pengecekan suhu tubuh secara rutin karena Terminal Giwangan belum memiliki alat untuk mengeceknya. “Kami belum dapat dari BPBD DIY atau Jawa Tengah,” kata dia.

Meski demikian, untuk menjaga kebersihan terminal, pengelola terminal rutin menyemprotkan disinfektan di area terminal seperti di ruang tunggu penumpang dan besi pegangan tangga, tiga kali dalam sehari. “Biasanya hanya lantai dan landasan, sekarang kami tingkatkan,” katanya.

Ia mengatakan pembatasan sosial sebagian di Surakarta berpengaruh pada penurunan penumpang sekitar 3%, sejak Jumat (13/3/2020) lalu. Bus AKAP dari Jogja ke Surakarta pada kondisi normal bisa sampai 50 bus, saat ini hanya berkisar 35 sampai dengan 38 bus.

Sementara, keberangkatan dan kedatangan Jakarta dan Surabaya kata dia sejauh ini masih normal. “Penurunan armada kebanyakan dari timur, kami deteksi dari Solo. Surabaya jumlah armadanya masih seperti biasa sekitar 700-800,” ujar dia.