Candi Prambanan Disemprot Disinfektan

Peserta Mandiri Yogya Marathon 2018 melintas di kawasan Candi Prambanan, Minggu (15/4 - 2018).Bisnis Indonesia/Nurul Hidayat
17 Maret 2020 17:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Upaya penyemprotan disinfektan juga dilakukan terhadap bangunan Candi Prambanan yang berada di Bokoharjo, Prambanan, Sleman oleh PT Taman Wisata Candi (TWC) bekerja sama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY pada Selasa (17/3/2020) siang.

Sebelumnya jajaran TWC juga sudah melakukan upaya disinfektan terhadap bangunan Candi Borobudur.

Sekretaris PT TWC Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Emilia Eny Utari mengatakan jika ia dan jawatannya melakukan penyemprotan disinfektan terhadap bangunan candi Prambanan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Semua candi yang ada di kompleks Candi Prambanan akan dilakukan penyemprotan.

"Semua candi akan dilaksanakan penyemprotan, termasuk candi siwa yang sering dikunjungi oleh para pengunjung atau wisatawan. Penyemprotan dilakukan secara berkala, pagi ketika mulai operasional akan dilaksanakan penyemprotan, siang jam 12 juga akan dilaksanakan penyemprotan, dan terakhir ketika candi mau tutup juga akan dilakukan penyemprotan," ujar Emilia atau yang akrab disapa Emil, Selasa (17/3/2020).

Upaya penutupan 10 candi termasuk candi Prambanan dan Ratu Boko yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) selama dua pekan terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 29 Maret mendatang tidak semata-mata menutup semua akses wisatawan untuk datang ke candi. Namun, hanya beberapa bagian candi yang tidak diperbolehkan bagi wisatawan untuk memasukinya.

"Kalau candi Prambanan yang ditutup adalah zona I dan candi Ratu Boko mulai teras II pada situs Ratu Boko tidak boleh diakses oleh wisatawan, namun wisatawan masih tetap bisa datang misalnya ingin berfoto berlatarbelakang candi dan berjalan-jalan di sekitar candi juga masih bisa, memang batasnya tidak bisa masuk ke pagar (Zona I)," ungkap Emilia yang juga bertindak sebagai Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 PT TWC.

Emilia dan jawatannya juga telah melakukan upaya untuk melakukan pengecekan suhu tubuh bagi siapapun yang ingin masuk ke kawasan candi Prambanan dengan menggunakan thermal scanner. Bahkan, jawatannya juga sudah menyiapkan ruang isolasi jika didapatkan ada seorang pengunjung yang suhu tubuhnya dan setelah melalui pemeriksaan dokter diduga terpapar Covid-19.

"Kita cek dengan tenaga medis yang kami miliki, apabila memang suhu tubuhnya tinggi nanti akan dilaksanakan pemeriksaan oleh tenaga-tenaga medis yang sudah dipersiapkan, minimal suhu tubuhnya 37,5 derajat, jika di atas itu pengunjung tidak boleh masuk, dan kami melarikan pengunjung tersebut ke rumah sakit yang memang menjadi rujukan Covid-19, ini merupakan standard operating procedure yang kami (PT TWC) miliki," jelasnya.

PT TWC sendiri menaungi keberadaan tiga candi di antaranya Borobudur, Prambanan dan, Ratu Boko. Sebelumnya, upaya penyemprotan disinfektan juga sudah dilakukan oleh jajaran PT TWC di candi Borobudur. "Borobudur sudah, dan hari ini di Prambanan, ke depan juga akan dilaksanakan penyemprotan disinfektan di Ratu Boko," imbuhnya.

Penurunan jumlah kunjungan wisatawan ke Prambanan juga diakui oleh Emil. Menurutnya, sejak Februari awal tahun 2020 sejak isu virus Covid-19 marak diberitakan sudah ada tren penurunan. Berdasarkan analisis dari jawatannya sendiri per Februari sendiri terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan sebanyak 30 sampai dengan 40 persen. "Sedangkan, di bulan Maret ini terjadi tren penurunan angka wisatawan sebesar 40 sampai dengan 50 perse," tutupnya.