Melonjak, Harga Bawang Bombay di Gunungkidul Tembus Rp100.000

Ilsutrasi Bawang Bombay. - Ist/Vemale.com
17 Maret 2020 15:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Di tengah merebaknya wabah virus Corona (Covid-19), harga bawang bombay di Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul melonjak drastis. Bahkan, harganya tembus Rp100.000 per kg.

Seorang pedagang bernama Fajar Faudin mengungkapkan kenaikan tersebut terasa sejak beberapa hari terakhir. Namun, dirinya tak mengetahui alasan kenaikan yang cukup drastis itu. Menurut dia, harga bawang bombay dua minggu yang lalu masih disekitar Rp40.000 per kg.

"Bawang bombay harganya Rp100.000 lebih per kilonya. Kayaknya belum panen atau entah apa alasannya," kata Fajar pada Selasa (17/3/2020).

Menurut dia, saking melonjaknya harga yang cukup tinggi, membuat banyak para pedagang sudah enggan menyetok lagi. "Kalau yang cari masih tetap ada, tapi enggak sebanyak ketika harga normal, pedagang juga banyak yang enggak jual soalnya di eceran harganya juga akan kemahalan," paparnya.

Pedagang lainnya, Turgiyanti mengaku sudah tak menjual bawang bombay sejak harganya terus mengalami peningkatan. Tak hanya bawang bombay, beberapa kebutuhan pokok seperti cabai dan gula pasir yang lebih dulu mengalami peningkatan masih stabil dengan harga yang tinggi.

"Untuk bawang bombay saya sudah tidak jual lagi, terlalu mahal," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Virgilio Soriana tak menampik adanya kenaikan tersebut. Virgilio mengatakan kenaikan sudah terasa sejak seminggu terakhir ini. "Dari hasil pemantauan harga bawang bombay memang mengalami kenaikan harga sejak minggu lalu," paparnya.

Virgilio menuturkan Disperindag Gunungkidul pun telah melaporkan adanya kenaikan harga tersebut ke DIY. Namun, Virgilio memastikan kenaikan harga bawang bombay tidak terlalu berpengaruh ke warga Gunungkidul, sebab bukan merupakan sembilan bahan pokok warga setempat.