Sultan Buka Komunikasi untuk Kebijakan Penanganan Covid-19

Dialog Budaya Kesehatan dan Dampak Perekonomian Daerah di Ndalem Gamelan, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Rabu (18/3/2020). Dialog ini digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY. - Harian Jogja/Sunartono
18 Maret 2020 20:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X membuka masukan dari berbagai pihak untuk menentukan kebijakan dalam penanganan Covid-19. Hal itu dibahas dalam dialog, Budaya Kesehatan dan Dampak Perekonomian Daerah di Ndalem Gamelan, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Jogja, Rabu (18/3/2020).

Acara yang digelar oleh Dinas Kebudayaan DIY itu dihadiri Sri Sultan HB X, GKR Hemas serta berbagai kelompok masyarakat, pelaku ekonomi dan pejabat di lingkungan Pemda DIY. Dalam kesempatan itu Gubernur mengatakan pihaknya membuka komunikasi dengan berbagai asosiasi dengan harapan pemerintah bisa mendapatkan masukan terkait dampak Covid-19.

Sehingga di saat nanti ada kebijakan seperti status awas dan lainnya harus diantisipasi.

Ia mengatakan dari sisi perhotelan misalnya, tamu kalau turun sampai 40%, perlu dilihat apakah sudah merumahkan pegawai atau belum dan lain sebagainya.

Data itu sangat penting karena penyebaran corona, begitu akses ditutup dan semua orang tidak boleh masuk jelas semuanya akan habis.

Harapannya semua pihak di DIY siap dalam kondisi apapun dalam keadaan baik melalui jalinan kebersamaan. Pemda DIY tidak akan gegabah dalam memutuskan lebih lanjut terkait kebijakan dampak corona ini.

"Memang kita bicara pertaruhan nyawa atau ekonomi ya mesti nyawa yang diutamakan. Tetapi masih ada ruang yang bisa dibuka karena kondisinya Jogja berbeda dengan daerah lain di sekeliling kita jadi ruang masih dibuka," katanya dalam dialog tersebut.

Sultan mengajak semua pihak untuk hidup bersih, karena mengeluarkan kebijakan saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan Covid-19. Masyarakat Jogja harus paham menjaga kebersihan seperti cuci tangan dan sejenisnya. Masyarakat harus sadar bagaimana mengantisipasi dari sisi kesehatan terutama agar tetap menjaga kebersihan. Begitu juga pihak yang bergerak di bidang pariwisata agar bisa memahami.

"Paling mudah ya close, tetapi saya tidak mau, saya bisa menentukan apapun tetapi harapan saya dalam menentukan apapun itu harus mengamankan rakyat saya. Dalam arti masyarakat juga harus siap jadi subjek bukan objek kekuasaan," katanya.

Sebelum mengambil langkah Sultan ingin mendengar masukan dari berbagai pihak dengan adanya penurunan kunjungan wisatawan. Kira-kira apa yang perlu ditempuh Pemda DIY dalam mensikapi dampak penyebaran Covid-19 ini. Dari sisi pendidikan, Sultan berharap juga ada kebersamaan terutama jika ada kebijakan libur, di mana orangtua harus memastikan bahwa anak berada di rumah, tidak bepergian yang justru rentan dengam penularan. Penutupan sekolah harus mempertimbangkan berbagai hal. "Masyarakat harus dipersiapkan untuk mengantisipasi kebijakan ini," ucapnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank indoensia DIY Hilman Tisnawan dalan dialog itu mengatakan penyebaran virus sangat berdampak baik secara global, nasional bahkan hingga daerah. Apalagi DIY ekonominya sangat ditunjang pariwisata, karena sifat masyarakat selalu mencari yang ramai, ketika ada isu Corona maka sangat berdampak.

"Pariwisata ini mempengaruhi ke berbagai sektor, proyeksi kami sangat berpengaruh. Tetapi kami melihat masih banyak hal yang bisa membuat kita tetap bisa melewati masa-masa ini. Seperti China, Korea Selatan, Italia juga sudah mulai membaik," katanya.

Di dunia usaha sangat berpengaruh tetapi melalui kerja sama beenagai pihak harapannya dampak ini bisa diatasi bersama. Karena ekonomi seringkali sensitif terhadap berita yang kurang proporsional sehingga harus menjaga. "Sehingga kebijakan harus terukur," katanya.

Pegiat UMKM dan Industri Kreatif Fajar menyampaikan dampak yang dirasakan terkait penyebaran Covid-19. Padal awal 2020 sebenarnya kondisinya sangat baik, tetapi memasuki Maret 2020 ini banyak pihak yang membatalkan event sehingga berpengaruh pada transaksi.

"Di Maret karena ada corona semua batal baik untuk event lokal maupun nasjonal. Semua saran distribusi tidak efektif lagi. Sudah ada yang menyarankan mengurangi karyawan kami belum melakukan itu dengan harapan kondisi menjadi normal. Kami mengusulkan saran dispensasi untuk masalah cicilan perbankan untuk tiga bulan ke depan," katanya dalam dialog tersebut.