Advertisement

Penemu Arca di Kotoran Sapi Diberi Hadiah oleh BPBC DIY

Hafit Yudi Suprobo
Rabu, 18 Maret 2020 - 14:57 WIB
Arief Junianto
Penemu Arca di Kotoran Sapi Diberi Hadiah oleh BPBC DIY Kepala BPCB DIY Zaimul Azzah (ketiga dari kanan) memberikan kompensasi kepada operator ekskavator sekaligus penemu arca, Yulianto (kaos putih) di di Balai Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Penemu arca di area limbah kotoran sapi di Dusun Kalijeruk II, Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman, akhir Januari lalu, menerima kompensasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY.

Kepala BPCB DIY Zaimul Azzah mengatakan jika pemberian kompensasi kepada penemu arca Agastya Nandi tersebut merupakan bentuk apresiasi yang dilakukan oleh instansinya kepada dua orang penemunya, yakni Suprihatin sebagai pemilik lahan dan Yulianto selaku penemu kedua arca. Pemberian penghargaan dari instansinya tersebut berupa sejumlah uang.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Nominal kompensasinya berdasarkan nilai intrinsik yang berkaitan dengan benda yang ditemukan oleh si penemu, seperti dari bahan dan ikonografinya, sedangkan nilai ekstrinsik berdasarkan nilai kejujuran dan kecepatan si pelaku dalam melaporkannya ke kami. Jadi kompensasinya nilainya berbeda-beda," ujar Zaimul ditemui seusai pemberian kompensasi di Balai Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman Rabu (18/3/2020).

Lebih lanjut, upaya kompensasi kepada masyarakat yang berinisiatif untuk mengembalikan dan melaporkan jika mereka menemukan sebuah candi sendiri dimaksudkan agar warga sadar jika penemuan cagar budaya harus dikembalikan melalui instansi yang memang berkewajiban untuk melestarikan cagar budaya dalam hal ini BPCB.

"Jangan sampai masyarakat malah berusaha untuk menyembunyikan arca atau cagar budaya lainnya, ini [kompensasi] merupakan bentuk dari pemerintah untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang mencoba untuk mengembalikan arca atau benda cagar budaya lainnya," kata dia.

Zaimul menjelaskan arca dengan tinggi sekitar 90 sentimeter yang ditemukan warga di area limbah kotoran sapi itu diperkirakan berasal dari abad IX. Saat ini kedua arca itu sudah ditangani oleh BPCB DIY. “Kedua arca punya nama. Arca yang berbentuk manusia bernama Arca Agastya, lantas arca yang berbentuk sapi bernama Arca Nandi,” ucap Zaimul.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

UMP 2023 Diumumkan Hari Ini, Segini Upahmu Kalau Naik 10%

News
| Senin, 28 November 2022, 11:07 WIB

Advertisement

alt

Sajian Musik Etnik Dihadirkan Demi Hidupkan Wisata Budaya Kotagede

Wisata
| Senin, 28 November 2022, 08:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement