Ceng Beng Sebagai Media Mengenang Leluhur

Koko Cici Jogja, Ako Amoi, Hoo Hap Hwee melakukan tradisi Cheng Beng, Minggu (7/4). - Ist
19 Maret 2020 06:22 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Peringatan Ceng Beng atau Qing Mingyang diharapkan sebagai pengingat dan wujud penghormatan pada para leluhur. Peringatan Ceng Beng pada tahun ini akan jatuh pada Sabtu (4/4).

Cici Jogja 2020, Catherine Presilia Gunawan mengatakan pada tahun ini Koko Cici Jogja juga merencanakan akan melaksanakan kegiatan Ceng Beng untuk melakukan pembersihan makam para leluhur di Gunung Sempu, Bantuk.

“Namun karena penyebaran Covid-19 yang terus bertambah untuk pelaksanaannya akan kami melihat situasi ke depan terlebih dahulu,” ucap Catherine, Rabu (18/3).

Menurut dia, untuk persiapan sejauh ini sudah berkoordinasi mengenai pembentukan kepanitian, pembagian jobdesk. Sebelum kegiatan Ceng beng, kata dia, akan digelar survei untuk melihat kondisi makam yang akan dikunjungi serta melihat kondisi perjalanan yang akan ditempuh.

“Ceng Beng adalah waktu di mana masyarakat keturunan Tionghoa ziarah ke makam leluhur untuk membersihkan dan sembayang atau berdoa. Biasanya disertai dengan membawa makanan yang di sajikan dan menaburkan bungan di altar makam, hal ini sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur atau keluarga yang sudah meninggal,”

Lewat kegiatan ini diharapkan semua keluarga tetap mengenang dan menghormati para leluhurnya. Diharapkan juga semua kerabat, saudara, anak-anak bisa berkumpul bersama-sama, sehingga hubungan antar keluarga bisa semakin dekat dan menjalanin komunikasi yang lebih baik antar keluarga.