Pandemi Corona, Ibadah di Gereja Ganjuran Ditiadakan

Foto ilustrasi. - Reuters
20 Maret 2020 10:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dewan Paroki Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul mengeluarkan edaran peniadaan sementara semua kegiatan keagamaan. Kebijakan itu diterapkan untuk Gereja HKTY maupun kapel yang berada di bawah HKTY selama dua pekan ke depan. Surat edaran tersebut terkait dengan pencegahan penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Untuk sementara kegiatan di Gereja HKTY dan candi yang kegiatan komunal melibatkan banyak orang itu ditidakan dari hari ini [20 Maret] sampai 3 April. Termasuk ibadah di rumah-rumah yang sifatnya mengumpulkan umat,” kata Ketua Dewan paroki HKTY Ganjuran, Ari Setiawan, saat dihubungi Jumat (20/3/2020).

Ari mengatakan peniadaan sementara semua kegiatan ibadah sampai 3 April itu nantinya akan ditinjau kembali. Bukan hanya kegiatan keagamaan yang ditiadakan sementara namun HKTY Ganjuran juga menutup sementara candi untuk wisatawan.

Kendati demikian, jika ada umat yang ingin berdoa secara mandiri, kata Ari, masih tetap diperbolehkan, “Secara komunal yang tidak boleh,” ujar Ari.
Dalam surat edaran pemberitahuan Gereja HKTY Ganjuran Nomor 014/G/III/2020 itu bersi tiga poin berkaitan dengan pencegahan penularan Covid­19.

Poin pertama, meniadakan semua kegiatan keagamaan di gereja, kaep wilayah, maupun Candi HKTY yang melibatkan banyak umat, di antaranya misa harian dan misa mingguan “Misa Mingguan akan disiarkan online oleh KomSos KAS [Doa Komuni Batin atau SpiritualcCommunion]” bunyi surat edaran yang ditandatangani Pastor Paroki HKTY Ganjuran, FX. Krisno Handoyo.

Selain misa harian dan misa mingguan, yang ditiadakan juga misa lingungan atau wilayah dan misa Ujud seperti misa Memule peringatan 40 harinya almarhum Romo Gregorius Utomo pada 25 Maret, misa Novena ke enam dan ke tujuh malam Jumat pertama di pelataran Candi HKTY pada 2 dan 30 April.

Selain itu juga pengakuan dosa secara masal pada tanggal 24 Maret pukul 16.30 WIB, “Dengan tetap terbuka bagi mereka yang ingin mengaku dosa secara pribadi di Paroki,” kata Krisno.

Kegiatan lain yang ditiadakan seperti renungan APP, jalan salib dan doa lingkungan;, latihan­latihan persiapan pekan suci, pembinaan iman dan persiapan penerimaan sakramen inisiasi, dan rapat, serta pertemuan lain.

“Ketentuan mengenai Perayaan Pekan Suci akan disampaikan pada waktunya dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan kondisi,” kata Krisno.