Advertisement
Ribuan Umat Hindu Padati Prambanan Shiva Festival 2026
Upacara persembahyangan Shivaratri yang dilaksanakan umat Hindu di pelajaran Candi Prambanan, Sleman, Yogyakarta pada Minggu (18/1/2026) dini hari. ANTARA - HO/IDM
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pembukaan Prambanan Shiva Festival 2026 yang dimulai pada 17 Januari 2026 menegaskan kembali peran Candi Prambanan sebagai pusat spiritualitas Hindu Nusantara dan dunia. Festival yang berlangsung selama satu bulan ini dibuka bersamaan dengan perayaan Shivaratri, momen sakral bagi umat Hindu.
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, mengatakan rangkaian festival akan berlangsung hingga 15 Februari 2026 dan ditutup dengan upacara Mahashivaratri. Rangkaian ibadah tersebut menjadi wujud perenungan, introspeksi, dan permohonan pengampunan bagi umat Hindu.
Advertisement
“Perayaan ini kembali meneguhkan peran Candi Prambanan bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga rumah ibadah umat Hindu Nusantara dan dunia,” ujar Gistang, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, pengemasan Shivaratri dalam festival tahunan ini sekaligus menunjukkan transformasi Prambanan dari sekadar monumen arkeologis menjadi lokus spiritual yang hidup. “Melalui kolaborasi berbagai pihak, Prambanan kini bukan hanya monumen, tetapi gerbang kebangkitan spiritual umat Hindu,” jelasnya.
BACA JUGA
Prambanan Shiva Festival merupakan kerja bersama Kementerian Agama RI melalui Dirjen Bimas Hindu, Kementerian Pariwisata RI, Kementerian Kebudayaan RI, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta InJourney Destination Management.
Ritual Sakral Shivaratri
Perayaan yang dipusatkan di lapangan Garuda ini dibuka dengan Tari Siwa Grha, tarian kosmik yang menggambarkan Dewa Shiva sebagai Nataraja, Sang Penari Agung yang melambangkan siklus abadi penciptaan dan pelebur semesta.
Usai tarian, ribuan umat Hindu melantunkan puja dan mantra keagungan Dewa Shiva, termasuk japa mantra 1008 nama Shiva, mulai pukul 00.00–03.00 WIB. Ibadah kemudian ditutup dengan persembahyangan Tilem Kepitu.
Ketua Tim Kerja Pemanfaatan Candi Prambanan, Nyoman Ariawan Atmaja, menegaskan bahwa perayaan ini selaras dengan bukti sejarah Prasasti Wantil tahun 778 Śaka (856 Masehi).
“Prasasti Wantil menyebutkan bahwa kelompok candi agung dipersembahkan untuk Dewa Shiva dengan nama Shivagrha, nama asli Candi Prambanan. Karena itu puja Shiva sangat tepat dilaksanakan di sini,” jelas Nyoman.
Selain persembahyangan, festival juga menghadirkan pameran karya 150 seniman dari berbagai daerah. Lukisan-lukisan yang merepresentasikan kemegahan Prambanan turut dilelang, menciptakan dialog artistik antara seni kontemporer dan warisan budaya Nusantara.
Momentum Kebangkitan Spiritual dan Pariwisata
Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI, I Nengah Duija, menilai Mahashivaratri 2026 harus menjadi titik balik pemuliaan Candi Prambanan sebagai pusat ibadah Hindu.
“Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa umat Hindu siap menjadikan Candi Prambanan bukan hanya situs sejarah, tetapi gerbang kebangkitan spiritual dan ekonomi umat,” katanya.
Sementara itu Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, menyampaikan bahwa Shivaratri menjadi momen untuk meneguhkan arah pariwisata yang lebih berkarakter dan memberikan pengalaman yang bermakna.
“Pariwisata berbasis spiritual bukan hanya soal eksplorasi destinasi, tetapi juga perjalanan batin, perenungan, dan hubungan harmonis dengan lingkungan serta budaya,” katanya.
Prambanan Shiva Festival 2026 diharapkan menjadi ruang bertemunya spiritualitas, sejarah, dan seni yang memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus menegakkan nilai sakral Candi Prambanan bagi umat Hindu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
SAR Fokus Cari 9 Korban Jatuhnya ATR 42-500 di Bulusaraung
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
- Cuaca DIY Minggu 18 Januari 2026: Jogja Hujan Lebat, Sleman Petir
Advertisement
Advertisement



