Situs Corona di Sleman Tak Bisa Diakses, Ini Penjelasan Dinkes

Tampilan situs corona.slemankab.go.id. - Ist
21 Maret 2020 03:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman sebelumnya memiliki website informasi persebaran virus Corona atau Covid-19 untuk Wilayah Sleman corona.slemankab.go.id. Sayangnya, website tersebut saat ini tidak bisa diakses lagi oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Djoko Hastaryo mengakui jika situs tersebut sengaja dinonaktifkan untuk mencegah kesimpangsiuran data pasien Covid-19. Masyarakat yang membutuhkan informasi persebaran pasien Covid-19 bisa melihat langsung situs Pemda DIY. "Iya betul, sementara (informasi/data Covid-19) satu pintu di provinsi," katanya kepada Harian Jogja, Jumat (20/3/2020).

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sleman Novita Krisnaeni, penonaktifan situs corona.slemankab.go.id tersebut dilakukan agar terdapat data tunggal mengenai informasi persebaran virus Covid-19. Baik informasi pasien sembuh, pasien positif Covid-19, pasien dalam pengawasan (PDP) maupun orang dalam pemantauan (ODP).

"Jadi mengenai informasi data jumlah dan penyebaran pasien Covid-19 satu sumber di Pemda DIY," katanya saat dikonfirmasi mengenai penutupan situs tersebut.

Dinkes Sleman, katanya, menghimpun data dari masing-masing Puskesmas dan rumah sakit. Hasil pendataan tersebut kemudian diteruskan ke Pemda DIY. Dia khawatir jika data mengenai PDP, ODP, yang positif maupun yang sembuh dari Covid-19 berbeda antara kabupaten dan DIY justru menimbulkan masalah lain.

"Makanya, sejak kemarin kebijakannya, data terkait virus Covid-19 harus satu pintu dari Pemda DIY," katanya.

Disinggung soal warga Sleman yang dinyatakan sebagai pasien positif Covid-19, Novi mengatakan jika proses penanganannya dilakukan sesuai prosedur. "Penelitian epidemiologi juga dilakukan, tetapi penanganannya dilakukan di Puskesmas sebagai pemangku wilayah" katanya.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanggulangan COVID- 19 Berty Murtiningsih mengatakan informasi terkait peta persebaran Covid-19 bisa diakses melalui website yang dimiliki Pemda DIY. Dia berharap website tersebut dapat memberikan informasi kepada masyarakat termasuk angka persebarannya.

Situs ini juga sebagai komitmen bagi Pemda DIY atas keterbukaan informasi publik. "Kalau masing-masing kabupaten punya website juga. Dan Dinkes kabupaten sebagai kontributor datanya," jelas Berty.

Sementara Kepala Diskominfo Sleman Eka Suryo Prihantoro mengatakan tidak aktifnya situs corona.slemankab.go.id memang sengaja dilakukan. Langkah tersebut bukan untuk menutupi keterbukaan informasi. "Website sengaja kami suspend. Kami akan perbaiki konten di Satgas Covid lebih dulu," jelas Eka.