Disdukcapil Jogja Optimalkan Antrean Online, Warga Tak Menunggu Lama
Disdukcapil Jogja mengoptimalkan antrean online melalui JSS agar warga bisa mengambil nomor dan memantau antrean tanpa menunggu lama.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem asal DIY, Subardi saat berada di Jogja./Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Badan Musyawarah DPR memutuskan masa reses diperpanjang sampai 30 Maret 2020, atau mundur seminggu dari jadwal sebelumnya pada 23 Maret 2020. Keputusan yang dibahas dalam sidang online antar anggota Bamus 20/3 bertujuan membatasi aktivitas sosial (social distancing) dalam rangka menanggulangi Corona.
Anggota Komisi VI DPR F-Nasdem, Subardi mengatakan perpanjangan masa reses adalah keputusan tepat agar semua pihak bersatu melawan Corona. "Pembatasan aktivitas sosial efektif mematikan penyebaran virus Corona. Hampir semua negara pandemi Corona menerapkan langkah ini," katanya melalui rilis, Sabtu (21/3/2020).
Menurut legislator asal Yogyakarta ini perpanjangan masa reses tidak membuat anggota DPR vakum. Dengan perpanjangan masa reses, anggota DPR memiliki kesempatan lebih lama menggunakan wewenangnya menanggulangi Corona. Banyak pekerjaan yang tetap diemban setiap wakil rakyat utamanya di tiap daerah pemilihan.
"Pada awal reses tanggal 4 maret lalu, saya mengajak Pemkab Sleman bersama jajaran Dinas Kesehatan Meninjau kesiapan RS Sardjito menangani Corona. Hasilnya Sardjito sebagai RS Pemerintah cukup baik. Fasilitasnya bagus dan modern. Tetapi saat itu saya mendorong pelibatan RS Swasta agar bersama-sama melawan Corona. Alhamdulillah kini pemerintah pusat sudah menunjuk banyak RS Swasta sebagai RS rujukan," kata dia.
Subardi menjelaskan pasca-reses kali ini DPR dihadapkan dengan banyak Pekerjaan Rumah. Diantaranya pembahasan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU) termasuk Omnibus Law Cipta Kerja. Namun berdasarkan kesepakatan Bamus, pembukaan masa sidang ketiga pada senin pekan depan bisa saja ditunda jika angka penularan Corona masih tinggi. "Intinya kami ingin situasi ini segera normal karena penanganan Corona adalah tanggung jawab bersama," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Jogja mengoptimalkan antrean online melalui JSS agar warga bisa mengambil nomor dan memantau antrean tanpa menunggu lama.
Tujuh siswa SMK Pamardi Siwi 2 Ngrambe, Ngawi, mengalami mual, muntah dan pusing setelah makan MBG. Sampel makanan diuji di laboratorium.
Mahasiswa berinisial S ditangkap Polsek Gamping setelah merusak palang KA Banyumeneng. Aksinya dilakukan saat mabuk dan merugikan Rp2 juta.
BMKG menyebut OMC untuk membantu pemadaman karhutla belum bisa dilakukan karena awan konvektif belum terbentuk di sejumlah daerah.
Stok beras Bulog mencapai 5,25 juta ton per 9 Agustus 2026. Serapan gabah petani sudah 3,67 juta ton setara beras.
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.