Dua Perusahaan di Bantul Ini Bisa Memasok Masker dan Hand Sanitizer

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Nina Atmasari
23 Maret 2020 18:37 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan dua perusahaan di Bantul siap memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) untuk petugas kesehatan yang merawat pasien yang mengarah pada Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan kebutuhan hand sanitizer.

Kedua persusahaan tersebut adalah PT. Maesindo Indonesia di Bangunjiwo, Kasihan, yang memproduksi ADP dan PT.Madu Baru di Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, yang memproduksi alkohol dan hand sanitizer.

“Produk yang dihasilkan [diproduksi] oleh PT. Maesindo yang memproduksi masker dan APD akan memberikan sesuai kebutuhan yang akan dikirimkan Pemkab dengan waktu yang tidak lama. Demikian PT. Madu Baru yang memproduksi alkohol dan han dsanitizer juga,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul, Helmi Jamharis seusai mengunjungi PT.Madu Baru dan PT.Maesindo bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Senin (23/3/2020).

Helmi memastikan Pemkab Bantul akan menyiapkan berapapun kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid-19 ini yang sudah menjadi status tanggap darurat non alam dari 20 Maret sampai 29 Mei 2020. “Kami diberikan keleluasaan mengatur anggaran yang tidak mendesak untuk dialihkan ke penanganan penanggulangan Covid-19,” kata Helmi.

Sebelumnya Helmi mengatakan bahwa kebutuhan anggaran sementara dalam penanganan pencegahan penularan infeksi Covid-19 sebesar Rp9,26 miliar. Anggaran tersebut baru usulan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul Rp3,26 miliar, dan usulan Dinas Kesehatan sebesar Rp6 miliar.

Anggaran tersebut untuk memenuhi kebutuhan mendesak di antaranya seperti pengadaan APD bagi tenaga medis, penambahan ruang isolasi di RSUD Panembahan Senopati Bantul, pembelian obat habis pakai, pengadaan cairan disinfektan, serta hand sanitizer. Menurut Helmi anggaran itu akan dipenuhi dari anggaran tak terduga dan pemanfaatan dana alokasi khusus (DAK).