Pasien Positif Corona di Gunungkidul Sempat Ikut Bantu Hajatan Warga

Ilustrasi virus Corona. - REUTERS/Dado Ruvic
26 Maret 2020 17:17 WIB Newswire Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Kasus positif Covid-19 kini sudah merambah ke Gunungkidul.

Seorang yang dinyatakan positif COVID-19 di Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul menimbulkan keresahan di masyarakat. Sebab, pasien yang terjangkit virus corona SARS-CoV-2 tersebut sebelumnya memang sempat dirawat di rumah sakit, tetapi akhirnya diperkenankan pulang kembali.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati pun mengaku mengambil pembelajaran yang berharga dari kasus tersebut karena pasien yang akhirnya dinyatakan positif tersebut adalah pasien dalam pengawasan (PDP) pertama di Gunungkidul.

Dewi lantas menuturkan riwayat dari pasien yang berumur 55 tahun tersebut. Tanggal 3 Maret 2020, yang bersangkutan datang dari Jakarta dalam keadaan sehat dan bahkan sempat berinteraksi dengan banyak warga yang berada di wilayah Desa Bedoyo.

"Karena merasa sehat, yang bersangkutan ya berinteraksi seperti biasa ketika ia mudik," tutur Dewi, Kamis (26/3/2020).

Bahkan pada tanggal 13 dan 14 Maret, yang bersangkutan sempat hadir turut membantu hajatan yang diselenggarakan oleh tetangganya. Namun, pada tanggal 16 Maret 2020 yang bersangkutan merasakan keluhan dan sempat berobat ke salah satu rumah sakit swasta, lalu diperkenankan untuk pulang.

Kemudian tanggal 18 Maret 2020, ia kembali berobat ke rumah sakit swasta di Karangmojo. Rumah sakit tersebut memutuskan, pasien tidak boleh pulang. Karena rumah sakit tersebut belum ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan COVID-19, akhirnya pasien dirujuk ke RSUD Wonosari.

"Tanggal 21 Maret 2020 pasien membaik," paparnya.

Pada saat itu, pihak rumah sakit sebenarnya hendak merujuk pasien ke RSUP Sardjito. Namun dengan alasan ruangan penuh dan kondisinya sudah membaik, maka pihak RSUD Wonosari mengarahkan dia untuk isolasi diri di rumah, sehingga pasien pun diperkenankan untuk pulang ke rumahnya.

Dewi menambahkan, statusnya baru saja diketahui positif menderita COVID-19 pada Rabu, 25 Maret 2020. Lantas, pada Kamis (26/3/2020), pasien yang positif COVID-19 tersebut dijemput untuk diisolasi di RSUD Wonosari meskipun sebenarnya kondisi sehat dan tidak mengeluh sakit apa pun.


"Walau tidak mengeluh sakit, tetapi berpotensi menularkan," tambahnya.

Setelah pasien diisolasi, pihaknya akan segera melakukan swab tenggorokan untuk memastikan kondisi terkini dari yang bersangkutan. Secara prosedural, swab akan dilakukan sebanyak dua kali dan untuk bisa memastikan apakah pasien tersebut benar-benar sudah bebas corona.

Pihaknya menduga, pasien tersebut terpapar corona saat di Jakarta. Sementara itu, Lurah Desa Bedoyo Suminto mengakui bahwa warganya pernah turut serta dalam hajatan yang diselenggarakan oleh salah satu warga di Pedukuhan Surubendo. Oleh karena itu, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai instansi langsung, berupaya melakukan penyemprotan desinfektan.

"Masyarakat yang berinteraksi langsung juga dilakukan skrining," ungkapnya.

Sumber : Suara.com