Pemudik ke Jogja Tetap Dipantau, Sultan: Mosok Mulih Ora Oleh

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X Berbicara soal penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. - Ist/Youtube Humas Jogja
30 Maret 2020 17:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menilai DIY tetap terbuka bagi para pemudik tetapi mereka harus terpantau dengan baik untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sultan tidak mempersoalkan adanya pemudik yang berdatangan ke wilayah DIY. Karena mereka mudik ke Jogja dengan beragam motivasi dan belum tentu sekadar hanya ingin bertemu keluarga.

Bisa jadi mereka adalah pedagang yang berada di Jakarta kemudian tidak laku hingga karyawan yang di-PHK, sehingga memilih untuk pulang ke kampung halaman karena biaya hidup di Jakarta tergolong tinggi.

“Mungkin dia pedagang di Jakarta karena zona merah tidak laku dagangannya, daripada di sana lebih baik pulang, mungkin juga di Jakarta di-PHK, daripada beban hidup di Jakarta mahal, mulih wae, mosok mulih ora oleh [pulang saja, masak pulang ke kampung halaman tidak boleh],” katanya, Senin (30/3/2020).

Karena motif mudik di saat wabah corona yang bermacam itulah, kata Sultan, terpenting harus diketahui asal pemudik tersebut dari daerah mana. Hal itu untuk mengantisipasi kedatangan pemudik dari wilayah zona merah corona seperti Jakarta dan sekitarnya. Faktanya yang terjadi di Jogja tidak ada basis penularan corona secara lokal di DIY.

Ia menambahkan penularan lebih disebabkan orang Jogja keluar DIY kemudian pulang membawa virus. Sehingga sekitar 10 hari yang lalu data jumlah orang dalam pengawasan hanya berkisar antara 300 hingga 400 orang tetapi saat ini mencapai lebih dari 1.000 orang yang menurutnya didominasi pendatang. Sehingga perlu diatur terkait pentingnya pemudik mematuhi protokol kesehatan seperti melaporkan kepada pengurus RT atau kelurahan setempat sehingga bisa dipantau dan melakukan isolasi mandiri.

“Mau kembali ke tempatnya [kampung halaman] masak tidak boleh, yang penting dia bisa kita kontrol dan bisa mendisiplinkan diri untuk tidak menular kalau dia positif,” ucapnya.

Sultan menegaskan tidak ada Gubernur di Jawa ini yang menyatakan tidak mau menerima pendatang, dengan demikian ruang bagi pemudik tersebut masih terbuka. “Tidak ada Gubernur se-Jawa itu yang mengatakan tidak mau menerima pendatang, itu enggak ada, berarti apa? ruang itu dibuka, hanya sekarang perlu diatur,” ujarnya.