Harga Gula Pasir di Kulonprogo Terus Meroket, Rp18.000 Per Kg

Pasar Wates Kulonprogo - JIBI
01 April 2020 00:17 WIB Catur Dwi Janati Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO- Sudah beberapa pekan terakhir harga gula pasir naik. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kulonprogo, Iffah Mufidati mengatakan harga pasir pada pekan ke IV di lima pasar besar Kulonprogo berkisar di harga Rp16.500-Rp18.000/kg.

Iffah yang dihubungi pada Selasa (31/3/2020) mengatakan jika kenaikan harga gula dipicu musim panen tebu yang masih pertengahan tahun. Rerata harga gula pasir di Pasar Wates, Sentolo, Bendungan, Temon dan Galur naik dari pekan sebelumnya yakni dari Rp16.600/kg menjadi Rp17.300/kg. "Terjadi perubahan sekitar Rp700 dari pekan sebelumnya," terang Iffah.

Keadaan tersebut memang terbukti di Pasar Wates. Salah satu pedagang kelontong yang menjual gula pasir, Suratman membenarkan telah terjadi kenaikan gula pasir beberapa pekan terakhir. Hal itu berdampak pada berkurangnya pada jumlah pembelian. "Misal biasanya dua kilo, belinya cuma sekilo," ucap Suratman.

Kepala Seksi Promosi dan Distribusi, Disperindag Kulonprogo, Nanik Triani menegaskan gula pasir yang saat ini kemungkinan besar impor karena saat ini masih masa tanam tebu dan belum masa penggilingan. Nanik mengatakan sampai saat ini stok gula pasir masih aman. "Kalau melihat dari hasil pemantauan kami di pasar-pasar hingga saat ini masih tersedia," ucapnya.

Meski begitu Disperindag telah menyiapkan skema jika stok gula pasir susah didapat. Nanik menjelaskan bila terjadi kelangkaan Disperindag Kulonprogo akan melakukan koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kulonprogo bagian Administrasi Perekonomian Sekretaris Daerah Kulonprogo.

Namun bila harga terus naik dan barang semakin langka akan dilanjutkan koordinasi dengan TPID DIY. "Mudah-mudahan keadaan tersebut tidak terjadi," ujar Nanik.

Terakhir bila memang diperlukan akan dilakukan Operasi Pasar, kerjasama dari Disperindag DIY dan Bulog.