Terima Asimilasi, 16 Napi Rutan Bantul Dibebaskan

Seorang pengendara sepeda motor melintas di depan gerbang masuk Rutan Pajangan, Bantul, Jumat (31/1/2020). - Harian Jogja/Hery Setiawan
02 April 2020 21:07 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak 16 narapidana Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Bantul bakal dibebaskan. Ratusan narapidana itu diajukan untuk menerima pembebasan dengan mekanisme asimilasi dan integrasi seperti yang diumumkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melalui Permenkumham No.10/2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Pandemi Covid-19.

Kepala Rutan Kelas II B Bantul, Doni Handriansyah menambahkan per 1 April, tercatat ada 16 narapidana yang mendapatkan asimilasi. Dia menjelaskan program asimilasi dan integrasi tidak berlaku bagi tahanan dengan kasus berat seperti narkotika, terorisme, dan pidana korupsi.

Dia menjelaskan program asimilasi merupakan proses pembinaan kepada para narapidana (warga binaan) yang dilakukan bersamaan dengan pembauran di masyarakat. Mereka akan tetap diawasi dan diwajibkan melapor ke Badan Pemasyarakatan hingga masa pidana berakhir.

Selanjutnya, mulai dilakukan integrasi berupa pemberian pembebasan bersyarat, cuti menjelang bebas, atau cuti bersyarat. “Dalam rangka pencegahan penularan Covid-19, mereka diberikan pembebasan untuk menjalankan asimilasi di rumah masing-masing,” kata Doni.

Tak hanya itu, untuk memastikan kesehatan dan kenyamanan masyarakat, warga binaan diwajibkan mengikuti tes untuk memperoleh surat keterangan sehat. Namun, surat itu tidak akan menyertakan keterangan bebas Covid-19. “Sebelum keluar mereka dites dan diberi surat keterangan sehat, bukan keterangan bebas Covid-19,” katanya.