Di Tengah Corona, Hotel di Jogja Nyalakan Tanda Cinta

Salah satu hotel di Jogja menyalakan lampu membentuk pesan cinta atau hati. - Ist
04 April 2020 23:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Puluhan hotel di Jogja menyalakan beberapa lampu kamar hotel atau lampu hiasan pada masing-masing hotel membentuk semacam lambang hati atau cinta, secara serempak, mulai Sabtu (4/4/2020) mulai pukul 19.00-21.00 WIB.

Mengusung tajuk From Jogja With Love, kegiatan ini merupakan aksi solidaritas dan kepedulian terhadap kondisi pariwisata DIY akhir-akhir ini dan para pegiat dunia perhotelan yang terkena imbas pandemi Covid-19.

Selama ini DIY dikenal dengan daya tarik wisata sejarah, simbol keagungan budaya Jawa dan menjadi kota yang unik, yang selalu dirindukan untuk dikunjungi wisatawan domestik hingga mancanegara. Dunia perhotelan dan pariwisata merupakan sebuah kesatuan dan telah menjadi napas dan mata pencaharian kebanyakan masyarakatnya.

Aksi ini diprakarsai dan dilakukan secara sukarela serta spontan oleh para General Manager Hotel di Jogja. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 58 hotel dari berbagai perwakilan wilayah di DIY. Angka tersebut telah mencapai sekurangnya seperempat dari 200-an hotel di DIY.

Aksi ini membawa misi sebagai simbol empati, semangat kebersamaan, dan harapan agar pariwisata DIY kembali menapaki babak baru yang semakin gemilang. “Jogja itu unik dan otentik, sehingga ini yang mengilhami kami sebagai salah satu komponen dunia pariwisata untuk bergerak bersama yang vokal dan positif, dengan harapan untuk mengakselerasi optimisme para pelaku dan pegiat pariwisata, utamanya dari dunia perhotelan dan menggairahkan kembali roda pariwisata Jogja,” kata koordinator aksi yang mewakili seluruh hotel di DIY, Novi Soesanto, Sabtu (4/4/2020).

Para General Manager hotel yang menginisiasi aksi ini sepakat melanjutkan menyalakan tanda hati dari DIY ini hingga periode yang tidak ditentukan sesuai kebijakan masing-masing hotel. Artinya kebersamaan dan semangat ini akan menguatkan seluruh pekerja hotel dalam situasi yang tak menentu saat ini, sekaligus mewujudkan kebanggan sebagai bagian dari penggerak utama roda ekonomi DIY, yaitu pariwisata.

Geliat pariwisata DIY diharapkan akan segera tumbuh kembali, dan membawa kota ini dan seluruh warganya kembali tersenyum. “Jogja sedang rehat dari hingar bingar wisatawan tetapi dengan terangnya tanda cinta ini, kami para pelaku industri perhotelan Jogja akan terus berusaha segera menjadikan kota ini dirindu kembali dan meraih canda tawa seperti sediakala,” katanya. (*)