Pulang Sejak Maret, 9 TKI dari Malaysia Baru Dilaporkan

Ilustrasi TKI yang membuat Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri Elektronik. - Harian Jogja
05 April 2020 18:17 WIB Hery Setiawan Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Sebanyak sembilan pekerja migran asal Bantul kembali dari Malaysia sejak 13 Maret lalu. Sayangnya, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) baru saja mendapatkan data kesembilan TKI itu, sehingga laporan ke Dinkes Bantul pun baru bisa dilakukan Jumat (3/4/2020).

Kepala Disnakertrans Bantul Sulistyanta mengatakan sejak Januari-Maret ada 48 orang TKI yang pulang dari Malaysia. Paling banyak mereka masuk langsung melalui Bandara Adisutjipto, termasuk di antaranya adalah sembilan orang TKI yang baru pulang dari Malaysia pada 13 Maret lalu.

Kendati sembilan orang itu sudah berada di Bantul sejak 13 Maret, tetapi dia mengaku baru mendapatkan datanya pada Jumat. “Setelah mendapatkan data [sembilan TKI yang pulang dari Malaysia], kami langsung laporkan ke Dinas Kesehatan Bantul,” kata dia kepada Harianjogja.com, Jumat.

Saat ini, imbuh Sulistyanta, kesembilan TKI itu sudah berada di rumah mereka masing-masing. Sayangnya, saat ditanya soal alamat sembilan TKI itu, Sulistyanta tak bersedia membeberkannya. “Soal data, sepenuhnya jadi wewenang Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul,” ucap dia.

Selain sembilan orang itu, Sulistyanta mengatakan masih ada satu orang TKI yang bakal kembali dari Jepang. Rencananya, TKI tersebut akan tiba di Bantul pada Jumat (10/4/2020).

Sebenarnya warga Bantul di Jepang cukup banyak, terutama yang sekarang sedang magang di sana. Mereka dipastikan tidak akan pulang hingga Desember 2020 karena alasan kontrak kerja. Selain itu, pemantauan juga kami lakukan pada puluhan anak buah kapal [ABK] asal Bantul,” kata Sulistyanta.

Sesuai dengan protokol pencegahan, bagi pendatang yang masuk ke sebuah wilayah wajib mengisolasi diri secara mandiri selama 14 hari. Sulistyanta memastikan tidak ada perlakuan khusus secara medis selama mereka tidak menderita sakit.

Tak Ada Laporan

Sebaliknya, Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Joko Wahyu Santoso justru mengatakan tidak ada laporan terkait dengan alamat atau domisili sembilan TKI asal Bantul yang baru pulang dari Malaysia. “Secara khusus tidak ada laporan yang masuk ke kami,” katanya.

Meski begitu, dia mengimbau, siapapun warga yang baru datang dari luar negeri harus melaporkan dirinya ke RT setempat. Selanjutnya, perkembangan kesehatan mereka akan dipantau oleh puskesmas di wilayahnya. “Apabila muncul gejala yang mengarah ke Covid-19, maka yang bersangkutan akan dirujuk ke rumah sakit.