Sultan Sesalkan Ada Tenaga Medis DIY yang Ditolak Warga karena Khawatir Corona

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X (kanan) saat meninjau laboratorium virologi, BBTKLPP Yogyakarta di Jalan Imogiri Timur Km. 8 Baturetno, Banguntapan, Bantul, Rabu (18/3/2020). - Harian Jogja/Sunartono.
06 April 2020 20:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap tidak ada aksi penolakan bagi tenaga medis yang melakukan penanganan Covid-19 akan pulang ke rumah. Mengingat semua tenaga medis pasti telah membersihkan diri ketika setelah melakukan tugasnya.

Sultan menyatakan adanya keluhan terkait tenaga medis tidak bisa pulang karena dianggap membawa virus. “Ini tadi [dari RSUP Sardjito] menyampaikan harus mencari tempat lain untuk tempat tinggal dokter atau ners, tenaga medis yang lain. Karena tidak bisa pulang karena dianggap membawa virus, ini persoalannya seperti itu, dan ini terjadi,” katanya Senin (6/4/2020) sore.

Sultan berpendapat seharusnya prasangka tersebut tidak perlu terjadi. Karena semua tenaga medis di rumah sakit pasti telah membersihkan diri sebelum pulang ke rumah sehingga tidak ada resiko penularan.

“Kalau pendapat saya, sebetulnya tidak perlu berprasangka seperti itu, karena hakekatnya seorang dokter, tenaga medis setelah melayani di rumah sakit itu biasanya karena rata-rata kemungkinan juga sudah punya keluarga, sebelum sampai rumah pasti sudah mandi membersihkan diri dari segala hal bersifat kemungkinan penularan,” katanya.

Sultan tak bisa memahami adanya pendapat warga yang merasa takut tertular ketika ada tetangga bekerja sebagai tenaga medis atau dokter yang menangani Covid-19. “Jadi sebetulnya mereka kembali ke rumah sudah diyakini dirinya bersih tidak membawa virus. Bagi saya sebetulanya kurang bisa memahami pendapat yang warga masyarakat merasa takut untuk tetangga seorang dokter atau tenaga medis, untuk tidak boleh pulang,” ucapnya.

HB X berharap masyarakat percaya bahwa tenaga medis itu pulang dalam keadaan bersih. “Mereka tahu dirinya p[un menghindari untuk tertular virus apalagi pada keluarganya, percayalah masyarakat bahwa tenaga medis ini pada waktu pulang sudah dalam keadaan bersih,” ujarnya.