Stok Darah di PMI Kulonprogo Menipis, Kodim Gelar Donor Darah

Sejumlah anggota TNI mengikut kegiatan donor darah digelar di Komplek Kodim 0731 Kulonprogo, Senin (13/4/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
14 April 2020 01:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Puluhan tentara dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0731 Kulonprogo, mendonorkan darahnya, Senin (13/4/2020). Kegiatan sosial ini bertujuan untuk membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Kulonprogo, memenuhi persedian darah yang kian menipis akibat wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Komandan Kodim 0731 Kulonprogo, Letkol Infanteri, Dodit Susanto, mengatakan di tengah wabah corona seperti ini, stok darah di PMI Kulonprogo justru mengalami penurunan. Informasi yang ia peroleh penurunan itu mencapai 50 persen dibandingkan hari-hari biasa sebelum mewabahnya virus tersebut.

Menurutnya penurunan itu terkait dengan adanya ketakutan masyarakat terhadap potensi penularan virus saat proses donor darah. Oleh karena itu pihaknya menggelar kegiatan ini, selain untuk membantu PMI memenuhi persedian darah, juga sekaligus mengedukasi masyarakat bahwa aktivitas donor darah tetap aman di tengah pandemi corona.

"Kami ingin sampaikan bahwa di tengah pandemi corona, kegiatan donor darah relatif aman. Seperti dalam kegiatan ini, satu pendonor ditangani oleh satu petugas berpakaian APD lengkap. Untuk menghindari penularan virus, sarung tangan yang dikenakan petugas diganti setiap sekali pemakaian," terang Dodit, di sela-sela kegiatan donor darah di Komplek Kodim 0731 Kulonprogo, Senin pagi.

Dodit menerangkan kegiatan donor darah kali ini diikuti oleh lebih dari 30 anggota Kodim 0731 Kulonprogo. Aksi sosial ini digelar serentak di seluruh Kodim yang berada di wilayah Korem 072 Pamungkas, Yogyakarta.

"Kegiatan ini tidak hanya sekali ini aja, setelah hari ini nanti minimal tiga anggota Kodim akan melakukan donor darah langsung di PMI Kulonprogo, agar upaya membantu pemenuhan stok darah bisa optimal," ujarnya.

Wakil Kepala Unit Tranfusi Darah (UTD) Markas PMI Kulonprogo, Inggusdi Sidi Gautama, mengatakan saat ini pihaknya memang cukup kesulitan memperoleh tambahan stok darah karena adanya wabah corona membuat masyarakat takut untuk melakukan donor darah. Sebelum adanya wabah tersebut dalam sehari PMI Kulonprogo bisa mendapat tambahan 30 sampai 40 kantong darah.

Padaha rata-rata kebutuhan darah baik itu untuk warga Kulonprogo atau daerah lain di wilayah DIY yang disuplai PMI Kulonprogo tiap bulannya mencapai 400-an kantong. "Tapi saat ini sulit sekali mencapai jumlah itu," ucapnya.

Selain menurunkan minat masyarakat untuk berdonor, pagebluk corona juga membuat seluruh kegiatan donor darah yang melibatkan PMI Kulonprogo dibatalkan. Inggusdi mencatat pada Maret 2020 ada delapan kegiatan yang dibatalkan karena wabah ini. Sedangkan untuk April atau bulan ini, sebanyak enam kegiatan dipastikan gagal terlaksana.

Untuk mencegah kekosongan stok, PMI Kulonprogo tetap membuka layanan donor darah. Petugas PMI juga rutin menghubungi pendonor yang terdata melalui pesan singkat berisi pengingat waktu donor darah.

Sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19, PMI juga telah rutin menyeterilkan ruang donor darah dengan cairan disinfektan dan menjaga kebersihan lingkungan markas.