Jangan Panik, Stok Pangan di Jogja hingga Lebaran Masih Aman

Foto ilustrasi. - Harian Jogja/Holy Kartika N.S
17 April 2020 02:17 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja memastikan stok bahan pangan saat ini aman hingga setidaknya lebaran tahun ini, pertengahan Mei mendatang. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic buying.

Ketua DPRD Kota Jogja, berharap pemerintah bisa menjaga ketersediaan bahan pangan khususnya di bulan ramadan. "Seminggu lagi masuk ramadan, ketersediaan pangan penting untuk menjaga imun kita," ujarnya, Kamis (16/4/2020).

Ketersediaan bahan pangan kata dia, merupakan salah satu skala propritas yang diinstruksikan dalam Surat Keputusan Bersama Menterian Dalam Negeri dan Menteri Keuangan. Tiga skala prioritas ini meliputi penanganan kesehatan, jarong pengaman sosial dan jaring pengaman ekonomi.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwi Sutono, menjelaskan saat ini stok bahan pangan berupa sembako masih sangat mencukupi. "Masih aman sampai setelah lebaran," ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui ketersediaan gula hanya mengandalkan distributor, sementara di Bulog kosong. Hal ini menyebabkan masih tingginya harga gula di pasar, yakni Rp17.500. Sementara di toko ritel harganya tetap Rp12.500, namun dengan jumlah terbatas.

Kepala Donas Pertanian Kota Jogja, Sugeng Darmanto, menungkapkan saat ini pohaknya masih memiliki cadangan beras sebanyak 16,7 ton. "Cadangan berbeda dengan stok, hanya dikeluarkan saat ada bencana sosial, bencana alam atau inflasi," katanya.

Dengan konversi konsumsi per kapita dikalikan jumlah penduduk, dalam setahun, Kota Jogja idealnya memiliki 125 ton cadangan beras. "Kami membelinya dengan mencicil, itu sudah ditambah sisa stok tahun sebelumnya," ungkapnya.

Dalam pandemi covid-19 ini, Pemkot bisa saja menggunakan cadangan beras tersebut, karena dalam masa darurat. Meski demikian untuk menggunakan beras cadangan, pihaknya menunggu instruksi Gugus Tugas Kota Jogja.