Jumlah Warga Kasihan Positif Covid-19 Bertambah 2 Orang

Foto ilustrasi. - Reuters
19 April 2020 13:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Hariamjogja.com, BANTUL—Jumlah warga Bantul yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak dua orang. Kedua warga itu diketahui memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. Itulah sebabnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul memastikan sampai saat ini belum ada penularan atau transmisi lokal dalam penyebaran virus Corona di Bumi Projotamansari. Dengan begitu, dari total 16 pasien positif Covid-19 di Bantul, terbanyak ada di Kecamatan Kasihan, yakni berjumlah delapan orang.

Dua pasien positif Covid-19 terbaru tersebut adalah warga Kecamatan Kasihan, Bantul, masing-masing laki-laki berusia 26 tahun dan perempuan berusia 66 tahun. “Yang lak-laki memiliki riwayat bepergian dari Jakarta, kalau yang perempuan memiliki riwayat bepergian dari Bali,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Minggu (19/4/2020).

Dokter Oky, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso mengaku belum mengetahui pasti riwayat kepergian dua pasien positif terbaru tersebut. Akan tetapi berdasarkan informasi sementara, yang laki-laki bepergian ke daerah Jakarta karena urusan pekerjaan. Dia mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul masih berupaya menelusuri siapa saja yang berkontak erat dengan kedua pasien tersebut.

Dengan adanya tambahan dua pasien positif, maka total pasien positif Covid-19 di Bantul per Minggu siang, mencapai 16 orang. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya meninggal dunia dan enam orang lainnya dinyatakan sembuh.

Sementara delapan orang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19, yakni dua orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati; dua orang di RS Bethesda, Jogja, dan masing-masing satu orang di RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS PKU Muhammadiyah Jogja, RSUP Dr. Sardjito, dan RSPAU Hardjlukito.

Dokter Oky mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Corona dengan mematuhi imbauan pemerintah agar tetap berdiam diri di rumah. “Sebaiknya tunda dulu bepergian ke luar kota yang tidak penting. Mungkin kita bisa bertahan tapi belum tentu orang-orang dekat kita,” ujar dia.

Selain itu dia juga mengatakan sampai saat ini Dinkes Bantul sudah melakukan tes cepat terhadap 600 orang warga dan tenaga kesehatan yang berkontak erat dengan PDP dan pasien positif. “Hasilnya ada enam orang yang positif,” kata dia.

Dia menegaskan hasil positif dari tes cepat bukan acuan diagnosa Covid-19, tetapi hanya sebagai deteksi dini. “Sementara acuan diagnsa positif Covid tetap mengacu pada hasil pemeriksaan swab atau cairan tenggorokan dan hidung,” ucap dia.