Baru Pulang dari Jakarta dan Bali, 2 Warga Bantul Positif Covid-19

Ilustrasi - Freepik
19 April 2020 18:07 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dua orang dari Bantul positif terinfeksi Corona penyebab penyakit Covid-19 setelah bepergian ke Jakarta dan Bali. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul memastikan sampai saat ini belum ada penularan atau transmisi lokal dalam penyebaran penyakit jenis SARS-CoV tersebut.

Dua pasien positif Covid-19 terbaru tersebut adalah warga Kecamatan Kasihan, Bantul; masing-masing laki-laki berusia 26 tahun dan perempuan berusia 66 tahun. “Yang lak-laki memiliki riwayat bepergian dari Jakarta, yang perempuan memiliki riwayat bepergian dari Bali,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Minggu (19/4/2020).

Sri Wahyu belum mengetahui pasti riwayat kepergian dua pasien positif terbaru tersebut. Namun berdasarkan informasi sementara, pasien laki-laki bepergian ke daerah Jakarta karena urusan pekerjaan. Dinas Kesehatan masih berupaya menlusuri siapa saja yang berkontak rerat dengan kedua pasien tersebut.

Total pasien positif Covid-19 di Bantul per Sabtu (18/4/2020) malam mencapai 16 orang. Dari jumlah, dua orang di meninggal dunia dan enam orang lainnya sembuh. Sementara, delapan orang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-10, yakni di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati dua orang, di Bethesda dua orang, dan PKU Muhammadiyah Bantul, PKU Muhammadiyah Jogja, Sardjito, dan RSPAU Hardjlukito, masing-masing satu orang.

Sementara, total pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 162 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 68 orang dinyataan negatif dan sudah pulang. Sementara, 60 orang masih menunggu uji laboratorium dan tujuh orang meninggal saat spesimen mereka masih diuji laboratorium.

Adapun total orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 719. Sebanyak 218 di antara mereka dinyatakan sembuh, dua orang meninggal dunia, dan satu orang dinyatakan PDP..

Sri Wahyu mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Corona dengan mematuhi imbauan pemerintah agar tetap berdiam diri di rumah. “Sebaiknya tunda dulu bepergian ke luar kota yang tidak penting. Mungkin kita bisa bertahan tapi belum tentu orang-orang dekat kita,” ujar dia.

Sri Wahyu mengatakan sampai saat ini Dinas Kesehatan sudah melakukan tes cepat menggunakan metode rapid test terhadap 600 orang warga dan tenaga kesehatan yang berkontak erat dengan PDP dan pasien positif. “Hasilnya ada enam orang yang rapid test positif,” kata dia.

Ia menegaskan rapid test positif bukan acuan diagnosa Covid, melainkan hanya sebagai deteksi dini. Sementara acuan diagnosos positif Covid-19 tetap berdasarkan pada hasil pemeriksaan swab atau cairan tenggorokan dan hidung.