Seperti Zaman Dahulu, Warga di Kulonprogo Pasang Padasan di Depan Rumah

Padasan unik yang terpasang di salah satu rumah di RT 07 RW 02 Dusun Pengasih, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Minggu (19/4/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
20 April 2020 13:47 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pelbagai cara dilakukan masyarakat untuk mencegah penyebaran virus corona penyebab COVID-19. Salah satunya seperti warga di RT 07 RW 02 Dusun Pengasih, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, yang kompak menyediakan tempat cuci tangan di depan rumahnya masing-masing.

Uniknya, tempat cuci tangan itu menggunakan gentong berbahan tanah liat, atau biasa disebut padasan. Kehadiran padasan ini begitu menarik perhatian mata, karena selain bentuknya yang menampilkan kesan zaman dahulu, tersemat pula motif batik khas Kulonprogo, yaitu geblek renteng.

Ketua RT 07, Bayu mengungkapkan penyediaan padasan unik ini di samping untuk mencegah penyebaran virus corona melalui cuci tangan, juga sekaligus sebagai upaya menghidupkan kembali tradisi zaman dahulu yang sempat ditinggalkan masyarakat.

Dia mengatakan jauh sebelum ada pandemi corona, masyarakat khususnya dari suku jawa terdahulu biasa menyediakan padasan di depan rumah, dengan tujuan, setiap orang yang mau masuk rumah bisa terlebih dahulu membersihkan diri. Namun berjalannya waktu kebiasaan meletakkan padasan di depan rumah perlahan hilang.

"Sehingga di momen seperti ini, kami ingin kembali mengingatkan masyarakat tentang budaya zaman dahulu, di samping tentunya sebagai upaya antisipasi corona," ucap Bayu, saat ditemui di wilayah RT 07, Pengasih, Minggu (19/4/2020) sore.

Dikatakan Bayu, penyediaan padasan unik ini merupakan ide spontan dari pengurus RT setempat. Ide itu lantas ditindaklanjuti dengan membuka pintu donasi. Dana yang terkumpul dari sejumlah pihak itu kemudian dibelikan 35 unit padasan plus dudukan yang juga berbahan tanah liat dari pengrajin gerabah di wilayah Kapanewon Lendah.

"Agar terlihat kompak, kami cat ulang padasannya dan ditambah motif geblek renteng, setelah jadi kami berikan gratis termasuk bantuan sabun cuci tangan kepada seluruh rumah di RT 07 yang jumlahnya sesuai dengan jumlah padasan," ucapnya.

Salah satu warga RT 07, Heru Subroto, 77, mengapresiasi pemberian bantuan padasan ini. Di samping membantu masyarakat mencegah corona, kehadiran padasan juga membuatnya serasa kembali ke zaman dulu.

"Iya kaya zaman dulu, kemarin-kemarin mungkin gak dianggap penting, sekarang malah berguna lagi," ucapnya.