Wilayah Sempit tapi Jumlah Kelurahan Banyak Jadi Tantangan Kota Jogja Cegah Corona

Ilustrasi. - Ist/Freepik
22 April 2020 03:57 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Ketua Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, menjelaskan beberapa kecamatan di Kota Jogja tidak ada kasus Corona penyebab Covid-19 atau zero case seperti Kraton dan Pakualaman. Meski demikian, bukan hal yang mudah untuk menjaga kondisi tersebut.

Hal tersebut menurutnya disebabkan karakter wilayah di Kota Jogja yang secara georafis sempit namun secara administratif terbagi menjadi banyak wilayah. Kondisi ini menyebabkan mobilitas warga antar wilayah jadi semakin tinggi. "Luasnya cuma 46 Km persegi tapi kecamatannya 14 dan kelurahannya 45," katanya, Selasa (21/4/2020). 

Untuk menjaga agar tidak rerjadi penambahan kasus positif signifikan, ia mengimbau masyarakat untuk tetap di rumah, rajin cuci tangan, pakai masker dan tidak membuat kerumunan. Melalui kegiatan Sapa Warga, Satpol PP dan benerapa OPD lain setiap hari mengedukasi warga dan membubaekan jika ada keramaian.

Untuk membatasi aktivitas luar ruangan, pihaknya juga telah mengatur jam opeeasional pasar, toko swalayan dan tempat makan. Pasar tutup jam 13.00 WIB, toko swalayan tutup jam 21.00 WIB dan tempat makan tutup jam 23.00 WIB

Lalu setiap pendatang di masing-masing wilayah wajib mengikuti prosedur yakni melapor ke Ketua RT yang bisa secara online, memeriksakan kesehatan di puskesmas dan isolasi mandiri 14 hari.