Mau Padusan di Parangtritis? Sebaiknya Batalkan Rencana Anda, Ini Dia Alasannya

Wisatawan sedang bermain air di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, Rabu (16/5/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
22 April 2020 14:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul akan memperketat penjagaan pintu masuk kawasan wisata Pantai Parangtritis, sehari menjelang Ramadan. Penjagaan yang dilakukan pada Kamis (23/4) tersebut dimaksudkan menghalau wisatawan yang datang hendak padusan di Pantai Parangtritis.

Selama ini setiap menjelang Ramadan, kawasan Parangtritis dimanfaatkan untuk wisatawan dari berbagai daerah untuk padusan. Tradisi padusan atau mandi sebagai bentuk pembersihan diri yang biasa dilakukan masyarakat Jawa biasa dilakukan di sungai, kolam renang, dan pantai, termasuk Parangtritis salah satunya.

Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan sampai saat ini semua objek wisata di Bantul masih tertutup untuk wisatawan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus Corona. Meski demikian, Kwintarto tidak memungkiri masih ada wisatawan yang berwisata termasuk di Parangtritis dan Parangkusumo.

Untuk itu dinasnya sudah berkomunikasi dengan Pemdes Parangtritis serta Gugus Tugas Penanggulangan Covid desa setempat dan masyarakat terkait dengan penjagaan pintu masuk Parangtritis untuk menghalau wisatawan yang datang.

“Besok [Kamis] mulai siang hari yang dibolehkan ke selatan [Parangtritis] hanya warga sekitar. Wisatawan yang datang mohon maaf akan dilarang. Nanti ada yang menjaga dari Dispar dan desa,” kata Kwintarto, Rabu (22/4).

Pintu masuk Parangtritis juga akan diberlakukan satu pintu, yakni via tempat pemungutan retribusi (TPR). Sementara dua pintu masuk lainnya dari arah Pantai Depok dan sebelum masuk TPR Depok akan ditutup total.

Dengan berat hati, kata dia, Pemkab bersama warga akan melarang sementara wisatawan yang datang dan meminta kembali lagi. “Kami imbau wisatawan tidak melakukan padusan dulu di Parangtritis. Jangan sampai ada kegiatan yang sifatnya berkumpul,” ujar Kwintarto.

Tak hanya di Parangtritis, dia juga mengimbau tradisi padusan tidak dilakukan di semua objek wisata air baik di pantai maupun di kolam renang yang dikelola swasta. Pasalnya tradisi padusan diakuinya berpotensi adanya kerumunan banyak orang sehingga rawan terjadinya penyebaran Covid-19.

Kwintarto menyatakan imbauan untuk tidak mengunjungi objek wisata juga sudah disampaikan melalui website Dinas Pariwisata dan media sosial agar wisatawan benar-benar memahami adanya larangan sementara kunjungan wisatawan tersebut sehingga tidak kecele.

Komandan Search And Rescue (SAR) Parangtritis, Ali Sutanto juga mengimbau kepada wisatawan untuk mematuhi anjuran dari Pemkab Bantul agar tidak berkunjung ke Parangtritis terlebih dahulu, termasuk yang berniat padusan agar ditunda dulu. Meski demikian pihaknya tetap melakukan penjagaan. “Kami tetap stand by dengan 20 personel untuk pengamanan, jaga jaga jika ada yang padusan,” kata Ali.