DIY Belum Lakukan Tes Cepat di Perbatasan

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, TNI, Polri dan Satpol PP DIY menghentikan dan mendata pengendara kendaraan berpelat nomor luar DIY di posko perbatasan di Tempel, Sleman, Sabtu (11/4/2020).-Harian Jogja - Desi Suryanto
24 April 2020 19:17 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--DIY belum melakukan rapid diagnostic test (RDT) bersamaan dengan pemeriksaan di wilayah perbatasan. Meski demikian Dinas Perhubungan DIY akan menyampaikan kepada Gugus Tugas DIY terkait kemungkinan melakukan tes cepat di perbatasan.

Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayanto menjelaskan sampai saat ini saat ini pemeriksaan secara khusus menggunakan rapid test di jalan memang belum dilaksanakan. Namun pihaknya berencana menyampaikan kemungkinan rapid tes di lapangan ke Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY.

"Kami dilapangan belum ada alatnya [rapid diagnostic test]. Nanti akan kami teruskan ke gugus tugas," ujarnya, Jumat (24/4/2020).

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 DIY Berty Murtiningsih menambahkan sejumlah kabupaten dan kota sebenarnya sudah ada yang melakukan rapid tes terhadap pemudik. Baik pemudik yang datang dari luar negeri atau pekerja migran Indonesia (PMI) serta pemudik lokal dari beberapa kota yang memiliki gejala Covid-19.

"Sebetulnya di kabupaten dan kota juga sudah sebagian dilaksanakan hal tersebut [melakukan rapid test untuk pemudik] terutama pada pekerja migran Indonesia yang dari luar negeri. Juga ada sebagian pemudik yang bergejala [dilakukan rapid test]," ucapnya.

Akan tetapi, rapid test untuk pendatang yang masuk ke DIY tersebut masih sangat terbatas. Hanya memprioritaskan kepada pemudik yang memiliki gejala dan pekerja migran dari luar negeri. "Meski pun masih terbatas, artinya belum semuanya bisa dilakukan karena prioritas rapid test utamanya untuk tenaga kesehatan yang kontak pasien, tracing kontak kasus, baru kemudian ke ODP," katanya.