Rumah Dinas Bupati Bantul Jadi Mes Tenaga Medis Covid-19

Para dokter yang menangani pasien Covid saat tiba di Rumah Dinas Bupati Bantul. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
24 April 2020 05:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Rumah Dinas Bupati Bantul di Trirenggo, Bantul dijadikan tempat tinggal sementara atau mes bagi tenaga medis yang menangani Coronavirus Disease atau Covid-19. Penyediaan mes tersebut untuk memudahkan pelayanan pasien Covid khususnya bagi tenaga medis yang selama ini tinggal di luar Bantul.

"Supaya dokter nyaman karena akses dekat, dan siap sedia saat ada panggilan darurat dan segera meluncur," kata Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo, Kamis (23/4/2020).

Agus mengatakan ada sembilan dokter yang sudah bersedia menempati Rumah Dinas Bupati Bantul. Mereka semuanya dokter Rumah Sakit Umun Daerah Panembahan Senopati Bantul yang ditugaskan di Instalasi Gawat Darurat (IGD). IGD merupakan layanan tahap awal pemeriksaan semua pasien.

Jarak Rumah Dinas Bupati dengan RSUD Panrmbahan Senopati Bantul lebih kurang 1 kilometer. Agus mengapresiasi para tenaga medis yang sudah bersedia meninggalkan keluarga sementara dan tinggal di mes untuk mendekatkan jarak dengan tempat pelayanan.

Selain Rumah Dinas Bupati, Rumah Dinas Sekretaris Daerah (Sekda) Bantul yang berlokasi di dekat Taman Paseban juga akan dijadikan mes bagi tenaga medis dan akan ditinggali sebanyak enam dokter. Agus mengatakan dua rumah dinas tersebut masih terbatas untuk menampung tenaga medis sehingga pihaknya tengah mengajukan pemanfaatan gedung Balai Pendidikan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) di Niten, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Menurut dia, ada 90 kamar di BPSDMP sehingga diharapkan dapat menampung semua tenaga medis dari semua rumah sakit rujukan Covid-19 Bantul. Tidak hanya menyediakan mes, namun semua kebutuhan sehari-harinya juga akan di cukupi, "Kebutuhan makan, gizi, dan akomodasi kami sediakan," ujar Agus.

Lebih lanjut mantan Wakil Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul ini menyatakan penyediaan mes untuk tenaga medis ini merupakan perintah langsung Bupati Bantul Suharsono untuk mempermudah akses tenaga medis dan mempercepat koordinasi dalam penanganan pasien Covid. Sebab tenaga medis merupakan benteng pertahanan dalam penanganan Covid ini.

Pemkab Bantul juga tengah menyiapkan insentif bulanan di luar gaji bagi semua tenaga medis yang menangani Covid dengan besaran bervariasi, mulai dari Rp5-15 juta. Namun Agus belum bisa menyebutkan total insentif yang akan diberikan karena masih dalam pembahasan.

Sementara itu salah satu dokter IGD RSUD Panembahan Senopati, Iqnu Sasmita Bakti mengatakan tidak mengetahui sampai kapan akan tinggal di mes, namun ia berharap pandemi Corona segera berakhir. Sejauh ini ia mengaku ada kekhawatiran dalam menangani pasien Covid, namun kekhawatiran itu kalah karena penanganan pasien merupakan bagian dari kewajiban dan sudah menjadi tugasnya selama dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kendati demikian ia berharap masyarakat juga ikut membantu meringankan tugas tenaga medis dengan cara mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak keluar rumah tanpa ada kepentingan mendesak karena semakin banyak pertemuan massa di tempat umum semakin berpotensi penularan infeksi Covid.

"Masyarakat sebenarnya garda terdepan dalam memerangi Covid ini. Kami hanya sebagai benteng terakhir, " kata Iqnu. Ia juga meminta pasien yang berobat ke rumah sakit agar jujur menceritakan gejala yang dirasakan dan riwayat perjalanan karena kejujuran pasien juga bagian dari keselamatan tenaga medis dalam menangani Covid ini.