Prancis Siaga Gelombang Panas, 30.000 AC Disiapkan untuk RS
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN - Hingga kini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman sudah melakukan rapid test kepada 697 orang warga Sleman di luar tenaga medis. Mereka yang menjalani rapid test diprioritaskan bagi warga yang kontak erat dengan kasus positif.
Dari 697 yang menjalani rapid test, hanya empat yang reaktif. Dari empat yang reaktif itu dilakukan pemeriksaan Swab. Hasilnya, hanya satu yang positif dan yang tiga negatif.
Penggunaan rapid test memang selektif. "Kami juga mengadakan pembelian rapid test tahap petama 5.000 paket untuk setidaknya 2.500 orang," jelas Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo, Jumat (24/4/2020).
Adapun penerimaan paket rapid test dari Dinkes DIY sebanyak 1.060 paket untuk tenaga medis dan keluarga pasien positif Covid, Dinkes sudah menggunakan 960 paket atau sebanyak 480 orang. Hasilnya, hanya dua orang yang reaktif dan dilanjutkan ke pemeriksaan swab.
Adapun Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan, pembelian rapid test memang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Sleman tidak memungkinkan untuk melakukan rapid test untuk sejuta warga. "Makanya rapid test dilakukan sesuai skala prioritas. Tidak mungkin seluruh penduduk, kami lakukan pemeriksaan rapid test sesuai prioritas," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prancis siapkan 30.000 AC untuk rumah sakit hadapi gelombang panas susulan. Layanan darurat masih kewalahan.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Azzedine Ounahi mencetak dua gol untuk membawa Singa Atlas ke perempat final.
Prakiraan cuaca DIY 5 Juli 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berawan, suhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
KWT Sleman dilatih mengembangkan pangan fungsional berbasis pandan dan cabai menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.