Di Tengah Corona, 10 Kasus Pencurian Terjadi di Kulonprogo dalam Sepekan

Ilustrasi. - Freepik
27 April 2020 21:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Masyarakat Kulonprogo perlu meningkatkan kewaspadaan menyusul maraknya aksi pencurian di kabupaten ini. Tercatat ada 10 kasus pencurian yang terjadi di Kulonprogo hanya dalam kurun waktu sepekan terhitung sejak Minggu-Minggu (19-26/4/2020).

Aksi pencurian itu tersebar di sejumlah kapanewon meliputi Panjatan sebanyak satu kasus yaitu pencurian tabung gas melon; Wates sebanyak tiga kasus yakni pencurian pikap, sepeda motor dan alat elektronik; Sentolo tiga kasus yaitu pencurian perhiasan, uang puluhan juta rupiah dan diesel traktor; dan Temon tiga kasus yaitu pencurian sepeda lipat, tabung gas dan motor.

Maraknya kasus pencurian itu dibenarkan oleh Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan. Namun ia enggan berspekulasi tentang penyebab maraknya kasus tersebut, apakah karena kebijakan asimilasi tahanan beberapa waktu lalu atau faktor lain terkait dampak ekonomi akibat COVID-19. "Masih kami selidiki ini," ujarnya kepada awak media Senin (27/4/2020).

Di tengah maraknya aksi pencurian itu, Sudarmawan menyayangkan adanya informasi tak benar atau hoaks yang justru menimbulkan keresahan di masyarakat. Seperti tersebarnya video berisi kabel listrik yang putus di salah satu kalurahan di Temon.

Dalam video itu, disebutkan bahwa kabel itu sengaja diputus oleh oknum guna melancarkan aksi pencurian. "Tapi setelah kami konfirmasi, itu kabel bisa putus karena tertimpa pohon, tapi di masyarakat sudah heboh," ujarnya.

Di satu sisi maraknya aksi pencurian ini kata Sudarmawan berdampak baik di masyarakat. Ia mendapati kekinian warga mulai menggiatkan siskamling dan ronda malam. Hal itu menurutnya sangat bagus untuk meminimalisir terjadinya kasus tersebut.