Penambahan Terbanyak 10 Kasus Sehari, Positif Covid-19 di DIY Melonjak Jadi 93 Kasus

Ilustrasi. - Freepik
28 April 2020 16:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--DIY kembali mencatatkan penambahan pasien pasien positif corona sebanyak 10 kasus per Selasa (28/4/2020). Penambahan ini merupakan angka harian tertinggi sejak DIY dinyatakan memiliki kasus positif Covid-19 pada pertengahan Maret 2020 lalu. DIY menambah angka kesembuhan sebanyak dua pasien.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan penambahan pasien positi Covid-19 DIY sebanyak 10 kasus per Selasa (28/4/2020). Sehingga jumlah kasus Covid-19 di DIY total menjadi 93 kasus.

Terdiri atas warga Bantul tiga orang antara lain Kasus 86 dengan identitas perempuan, 46 tahun, Kasus 87, perempuan, usia 18 tahun dan Kasus 91, laki-laki usia 48 tahun. "Kasus di Bantul yang Kasus 86 dan Kasus 87 riwayat kontak dengan kasus positif, tetapi masih dalam pelacakan. Sedang Kasus 91 ada riwayat perjalanan ke Jakarta," katanya Selasa (28/4/2020).

Kemudian ada tiga tambahan pasien positif dari Gunungkidul yang tercatat sebagai Kasus 88, perempuan usia 32 tahun, Kasus 89, perempuan usia 45 tahun dan Kasus 90 dengan identitas perempuan, usia 49 tahun. "Tiga kasus dari Gunungkidul ini merupakan hasil kontak tracing dari Kasus 72," ujarnya.

Ketiga pasien tersebut tertular dari Kasus 72 merupakan warga Wonosari, Gunungkidul yang dinyatakan positif Covid-19 pada 21 April 2020 lalu. Sebelumnya Kasus 72 sendiri tertular dari Kasus 58 yang pulang dari hajatan di Wonogiri, Jawa Tengah.

Adapun empat kasus tambahan dari Sleman antara lain Kasus 92, laki laki usia 39 tahun, Kasus 93, laki laki usia 47 tahun, Kasus 94 identitas laki laki usia 56 tahun dan Kasus 95 laki laki usia 67 tahun. Keempatnya merupakan hasil tracing dari Kasus 35 yang meninggal dunia pada 4 April 2020 lalu.

"Kasus 35 diketahui riwayat perjalanannya dari mengikuti kajian keagamaan di Jakarta, pulang bersama sama dengan kasus yang ditracing tersebut," kata Berty.

Tetapi Berty memastikan tidak terkait dengan jemaah tabligh Gowa maupun WNA India. Menurutnya hasil tracing dari Kasus 35 ini kemungkinan akan menjadi klaster baru jika jumlah positif bertambah. "Bisa jadi akan jadi klaster baru bila nanti berlanjut pada hasil tracing selanjutnya dan ada hubungan dengan kasus kasus lainnya," ucapnya.

Berty menilai peningkatan kasus secara signifikan itu karena hasil laboratoriumnya keluar secara bersamaan dari ketiga kabupaten tersebut. "Prinsip dari tracing kasus adalah penelusuran kasus, sehingga akan didapatkan apakah kasus tersebut berlanjut dengan menularkan kepada yang lain atau tidak, sehingga kita dapat melakukan upaya pemutusan mata rantai penularan," katanya.

Ia mengatakan jumlah kasus positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak dua orang. Yaitu Kasus 52, perempuan, usia 36 tahun warga Sleman dan Kasus 67, laki laki usia 40 tahun warga Sleman. Laporan kematian pasien dalam pengawasan (PDP) dalam proses laboratorium ada dua.

"PDP meninggal ada dua, yaitu laki laki usia 75 tahun warga Sleman dan seorang perempuan, 57 tahun warga Kota Jogja," ujarnya.

Adapun jumlah PDP total 814 pasien, sebanyak 116 pasien di antaranya dalam perawatan. Sebanyak 650 pasien dinyatakan negatif dari hasil laboratorium. Kemudian ada 71 pasien yang masih menunggu laboratorium. Jumlah orang dalam pengawasan total 4.609.