Pasien Positif Covid-19 di Sleman Diduga Terpapar Jemaah Pengajian Lainnya

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
30 April 2020 10:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah pasien positif Covid-19 untuk warga Sleman bertambah satu orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan terkonfirmasi positif pada Rabu (29/4/2020) Satgas Covid-19 DIY menyebut tambahan Kasus 96 merupakan Laki-laki, usia 73 tahun, warga Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan Kasus 96 masih terus didalami. Joko menepis jika kasus 96 ada kaitannya dengan WN India. Meskipun begitu, pihaknya akan terus mendalami ada tidaknya keterkaitan Kasus 96 dengan WN India tersebut.

"Kasus 96 tdk terkait langsung dgn WN India, tapi terkait dengan kasus 80 atau 35," kata Joko kepada Harianjogja.com, Rabu (29/4/2020).

Berdasarkan hasil tracking puskemas, katanya, warga Mlati, itu diduga terpapar virus Covid-19 setelah kontak dengan warga Gamping yang positif corona. Belakangan, warga Gamping yang dimaksud merupakan Kasus 35 seorang laki-laki berusia 60 tahun yang telah meninggal awal April lalu.

Dinkes sebelumnya menyebut, jika Kasus 35 sebelum dinyatakan positif Covid-19, pernah melakukan perjalanan mengikuti pengajian di Jakarta. Setelah itu, Dinkes Sleman melakuan tracking terhadap warga yang melakukan kontak dengan Kasus 35. Ada sekitar 30 warga yang ditracking namun tidak ditemukan warga yang terpapar.

"Untuk Kasus 96 ini hasil tracking berbeda dengan yang pertama kali dilakukan kepada warga. Ini sudah beda lagi, baru belakangan terlacak," kata Joko.

Dugaan lainnya, lanjut Joko, Kasus 96 bisa juga terpapar oleh pasien Covid-19 lainnya, yakni kasus 80. Kasus 80 berjenis kelamin laki-laki berusia 60 tahun asal Gamping sementara Kasus 85 berjenis kelamin perempuan berusia 55 tahun. Keduanya memiliki alamat yang sama dan diketahui sebagai suami-istri.

"Tapi ini masih belum bisa disebut transmisi lokal, sebab sumber penularannya masih sama. Tapi ya kami akan kaji lebih detail lagi," jelas Joko.

Masih terkait Kasus 96, menurut Joko, baik Kasus 80 maupun Kasus 85 merupakan satu jemaah pengajian dengan Kasus 96. Bahkan Kasus 96 juga terdeteksi pernah bersama-sama dengan Kasus 35 ke Jakarta. "Jadi kami masih akan mendalami Kasus 96. Sementara hasil tracingnya seperti itu," ujar Joko.

Selain kasus positif Covid-19, di Sleman juga bertambah kasus pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh yakni Kasus 59, Laki-laki, usia 26 tahun. Saat dinyatakan positif Covid-19 pada pertengahan April lalu, Satgas Covid-19 DIY menyebut Kasus 59 ini berjenis kelamin perempuan berusia 27 tahun.

Namun meralat status Kasus 59 seorang Laki-laki, usia 26 tahun. "Yang benar kasus 59 itu laki-laki usia 26 tahun, warga Ngemplak," kata Joko.