Diduga Tertular Corona, 6 Tenaga Kesehatan di Sejumlah Puskesmas Bantul Diisolasi

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
01 Mei 2020 18:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com,BANTUL-Sebanyak enam tenaga kesehatan dan satu tenaga non kesehatan di sejumlah puskesmas di Bantul diisolasi di Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 (RSLKC) setelah hasil tes cepat melalui Rapid Diagnostic Test (RDT) terhadap mereka menunjukan reaktif atau positif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan membenarkan adanya enam tenaga medis dan satu orang non medis yang hasil tes cepatnya positif. Pihaknya sudah melakukan tindakan.
“Tindakan yang sudah dilaksanakan adalah mengisolasikan teman-teman [tenaga kesehatan] tersebut ke RSLKC untuk dilakukan swab test untuk penegakan diagnosa,” kata Sri Wahyu, Jumat (1/5/2020). Dinas Kesehatan juga sudah melakukan penelusuran semua orang yang berkontak erat dengan tenaga kesehatan tersebut.

Pria yang akrab disapa dokter Oky ini mengaku belum mengetahui pasti riwayat kontak para tenaga kesehatan itu sehingga hasil tes cepatnya reaktif, namun ia menduga karena kontak erat dengan para pelaku perjalanan yang melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas.

“Untun riwayat penularan dugaan sementara . Sekali lagi dugaan sementara adalah kontak pada saat melakukan screening rapid test pada pelaku perjalanan. Karena saat ini puskesmas giat untuk screening para pelaku perjalanan yang dari daerah terjangkit atau pun dari kluster-kluster yg ada,” ujar Oky.

Lebih lanjut Oky menyatakan bahwa rapid test adalah deteksi dini untuk mendeteksi munculnya antibodi tubuh terhadap penyakit tertentu. Saat ini RDT corona dipergunakan untuk mendeteksi antibodi terhadap virus corona. Sedangkan jenis virus corona lebih dari satu macam.

“Untuk penegakkan diagnosa virus corona 19 atau SARS CoV-2 atau Covid-19 dilakukan dengan swab diperiksa dgn PCR [polymerase chain reaction],” kata Oky.