Bubarkan Kerumunan, Satpol PP Sleman Belum Mau Gunakan Pentungan

Ilustrasi Satpol PP. - JIBI
02 Mei 2020 01:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Upaya penggunaan pentungan seperti yang dinyatakan oleh Satpol-PP DIY untuk membubarkan kerumunan warga di tengah pandemi Covid-19 belum diimplementasikan oleh Satpol-PP Kabupaten Sleman.

PLT Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono mengatakan jika ia dan jawatannya masih mengedepankan upaya persuasif ketika melakukan operasi terhadap sejumlah pelaku usaha maupun warga yang berkerumun sehingga berpotensi terjadinya penyebaran Covid-19.

"Kami belum menerapkan penggunaan pentungan ketika melakukan patroli. Kami bersama TNI dan Polri menggunakan cara yang humanis dan persuasif," ujar Arif saat dikonfirmasi pada Jumat (1/5/2020).

Lebih lanjut, upaya penertiban jam buka bagi toko modern, warung, maupun cafe yang masih nekad untuk buka di atas jam yang sudah ditentukan masih efektif dilakukan tanpa adanya media pentungan. Banyak toko modern maupun cafe yang mematuhi anjuran dari pemerintah kabupaten Sleman terkait jam buka maupun jam tutup.

"Selama ini dapat berjalan lancar dan tujuannya tercapai. Jam operasional toko modern hanya sampai jam 20.00 wib. Walaupun, beberapa cafe juga yang masih beroperasi di atas jam tersebut masih bisa melayani pelanggan dengan menerapkan sistem take away atau pesanan dibawa pulang," ungkapnya.

Tidak dipungkiri, lanjut Arif, tidak sedikit juga kafe atau warmindo yang masih buka di atas pukul 21.00 wib dan akhirnya terjadi kerumunan masyarakat dalam satu tempat.

"Kalau masih melayani pembeli dan duduk di sana (cafe atau warmindo) di atas pukul 21.00 akan diberi peringatan oleh tim gabungan Satpol-PP, TNI, dan polri. Rata-rata mereka kalau diingatkan secara persuasif sudah pada taat dan langsung membubarkan diri," ungkapnya.