OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Komunitas Perempuan Berkebaya Kulonprogo bagikan sembako ke warga terdampak di 13 Kapanewon./Ist
Harianjogja.com, KULONPROGO - Solidaritas antar sesama untuk bantu warga terdampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terus bermunculan. Kali ini Komunitas Perempuan Berkebaya Kulonprogo bagikan sembako ke warga terdampak di 13 Kapanewon.
Tidak hanya fokus pada keberagaman dan pelestarian budaya, Komunitas Perempuan Berkebaya Kulonprogo juga lakukan aksi sosial dengan menyalurkan sembako.
Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Kulonprogo, Nining mengatakan penyaluran bantuan sembako ini sudah yang kedua kalinya dilakukan. “Pada tahap kedua, kami salurkan sebanyak 117 paket sembako kepada warga miskin dan terdampak Covid-19,” jelas Nining pada Senin (4/5/2020).
Sebelumnya pada tahap pertama Komunitas Perempuan Berkebaya telah menyalurkan bantuan sebanyak 68 paket sembako kepada warga kurang mampu. Pada penyaluran pertama, komunitas tersebut juga memberikan vitamin, buah dan masker kepada para tenaga kesehatan yang ada di beberapa rumah sakit di Kulonprogo.
Nining menjelaskan paket sembako yang disalurkan merupakan uang donasi anggota dan masyarakat. Namun Nining mengatakan Komunitas Perempuan Berkebaya masih membuka dompet donasi untuk penyaluran bantuan sembako pada tahap ketiga.
Adapun paket sembako yang diberikan terdiri dari terdiri dari dari beras, minyak mie instan, gula, dan telur. Selain itu dalam paket bantuan tersebut juga diberikan masker dan jamu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Perajin besek Bantul kewalahan hadapi lonjakan pesanan untuk kurban Iduladha, sebagian terpaksa tolak order.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina