Positif Covid-19 di DIY Kini 153: Pasien Baru dari Indogrosir, Jamaah Tabligh, & Gereja

Ilustrasi - Freepik
10 Mei 2020 18:07 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mencatat tujuh pasien baru positif Covid-19 sehingga sekarang sudah ada 153 kasus di provinsi ini. Dari 153 pasien, 60 orang sudah sembuh dan tujuh orang meninggal dunia. Dengan demikian, masih ada 86 pasien yang terinfeksi virus Corona.

Sementara, pasien dalam pengawasan (PDP) yang kemudian negatif Covid-19 ada 791 orang dan 152 orang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Sebanyak 12 PDP meninggal dunia saat menunggu hasil laboratorium. Secara keseluruhan, terdapat 1.096 PDP dan 162 di antara mereka masih diopname. Adapun total orang dalam pemantauan  (ODP) adalah 5.469.

Juru Bicara Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, tujuh kasus baru positif Covid-19 di DIY ditemukan pada Minggu (10/5/2020), Enam dari tujuh tambahan tersebut merupakan hasil penelusuran klaster besar Jamaah Tabligh, Gereja Protestan Indonesia di bagian Barat (GBIP), dan Indogrosir.

Tujuh pasien positif Covid-19 yang baru diidentifikasi sebagai Kasus 149, perempuan 57 tahun warga Bantul; Kasus 150, perempuan 38 tahun warga Sleman; Kasus 151, laki-laki 55 tahun warga Sleman; Kasus 152, laki-laki 37 tahun warga Sleman;  Kasus 153, laki-laki 28 tahun berkewarganegaraan India; Kasus 154, laki-laki 76 tahun berkerwarganegaraan India; dan Kasus 155, laki-laki 28 tahun warga Sleman.

Juru Bicara Pemerintah DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan Kasus 149 adalah bagian klaster Gereja, sedangkan Kasus 150, 151 dan 155 adalah karyawan Indogrosir. Sementara, Kasus 153 dan 154 bagian klaster Jamaah Tabligh, dan Kasus 152 diketahui pernah menjalin kontak dengan pasien positif Covid-19.

“Laporan kasus sembuh ada satu kasus, yakni kasus 79, laki-laki 45 tahun warga Sleman. Laporan kematian PDP yang masih dalam proses laboratorium ada satu, perempuan 56 tahun warga Sleman,” katanya.

Kasus 79 adalah pria yang beralamat di Depok, Sleman, yang menurut penuturan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo sebagai karyawan pertama Indogrosir yang terinfeksi Corona. Pria ini, kata Joko, tidak terbuka menjelaskan latar belakangnya saat ketahuan positif Covid-19. Akibatnya, virus menyebar ke hipermarket tersebut.

Berty mengatakan kenaikan kasus positif Covid-19 merupakan konsekuensi berkembangnya pelacakan. Ia mengimbau masyarakat terus menerapkan protokol pencegahan penyebaran covid-19.

“Sebagian besar kasus terkonfirmasi merupakan hasil tracing [penelusuran] kasus yang sudah ada. Ini menunjukkan upaya kami sudah optimal. Semisal jika kami tidak mentracing Kasus 79, tidak akan ditemukan kasus lainnya. Apalagi kasus tersebut OTG yang berpotensi menularkan lebih banyak,” katanya.