Ini Tiga Klaster Besar Penularan Corona di DIY! Ketiganya Terkait Keagamaan

Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
01 Mei 2020 21:37 WIB Lugas Subarkah Jogja Share :

Harianjogja.com,JOGJA--Kasus positif Covid-19 di DIY mengalami lonjakan. Per Jumat (1/4/2020), total terdapat 104 kasus positif. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY memetakan tiga klaster besar yang mendominasi kasus positif, yang tersebar di Sleman, Bantul dan Gunungkidul.

Tiga klaster besar yang terkait kegiatan keagamaan itu yakni Klaster Jemaah Tabligh di Sleman, Klaster Jemaah Tabligh di Gunungkidul serta Klaster Gereja GPIB di Jogja.

Ahli Epideologi UGM, Riris Andono Ahmad, menuturkan tiga klaster besar DIY yakni Jemaah Tabligh Jakarta yang pulang ke Sleman, Jemaah Tabligh Jakarta yang pulang ke Gunungkidul dan jemaat GBIP dari Sinode di Bogor yang pulang ke Sleman, Kota Jogja dan Bantul.

Klaster Jemaah Tabligh di Gunungkidul terdiri dari lima kasus terkonfirmasi positif, satu PDP meninggal dan 12 lainnya positif rapid test. “Bermula dari satu jemaah yang pulang dari Jakarta menularkan ke PDP. PDP ini lah yang punya jejaring ke banyak kasus lainnya,” ujarnya.

Sementara Klaster Jemaah Tabligh di Sleman jumlah kasus lebih banyak lagi, yakni 16 kasus terkonfirmasi positif dan 10 positif rapid. Klaster ini juga meliputi Sembilan Jemaah Tabligh asal India sebanyak Sembilan orang, dengan empat terkonfirmasi positif dan lima positif rapid test.

Klaster Jemaah Tabligh di Sleman kata dia, telah mencapai penularan generasi ketiga. Sementara klaster Jemaah Tabligh di Gunungkidul telah mencapai penularan generasi kelima.

Kemudian untuk klaster Jemaah GBIP dari Sinode di Bogor, terdapat tiga Jemaah yang pulang namun ketiganya berstatus dua negatif rapid test dan satu positif rapid test. Di klaster ini terdapat 17 kasus dengan rincian dua kasus terkonfirmasi positif, tiga PDP dan sisanya positif rapid test.

Ia menuturkan setelah Sinode di bogor, salah satu Jemaah yang pulang juga mengikuti pertemuan gereja di Semarang bersama 11 orang lainnya dalam satu mobil. Penumpang mobil ini terdapat satu kasus terkonfirmasi pisitif, satu negative rapid, satu positif rapid dan sisanya belum dites.

Adapun persebaran klister ini meliputi di Kota Jogja, Sleman dan Bantul. DI Kota Jogja sebanyak 13 dengan rincian satu negative rapid, enam positif rapid dan sisanya belum dites. DI Sleman sebanyak 20 orang dengan rincian satu kasus terkonfirmasi positif, tiga PDP, tiga positif rapid dan sisanya belum dites. Di Bantul hanya terdapat empat orang dengan rincian satu positif rapid dan tiga belum dites.

Wakil Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Biwara Yuswantana, mengungkapkan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, KGPAA Paku Alam X telah mengeluarkan Surat Edaran kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman, Bantul dan Gunungkidul untuk segera melakukan screening masal.

“Ketiga kabupaten ini agar memberi prioritas pemeriksaan pada pngembangan klaster tablig Jakarta. Diharapkan dalam waktu dekat dapat dipetakan terjadinya infeksi dan transmisi, yang hasilnya menjadi bahan pengambilan kebijakan lebih lanjut,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menuturkan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY sebagai salah satu langkah sosialisasi, meluncurkan buku saku Panduan Desa/Kelurahan Tangguh Covid-19. “Agar Kelurahan dan Desa menilai ancaman, resiko, kapasitas dan kemampuan untuk penanganan covid-19,” ujarnya.

Buku saku ini akan didistribusikan ke 438 desa dan kelurahan di seluruh DIY pada Selasa (5/5), sebanyak 10.000 eksemplar. Dalam pendistribusia ppihaknya menyasar Desa dan Kelurahan Tanggap Bencana, untuk kemudian disebarkan ke lingkup yang lebih luas.