Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Indogrosir di Jl. Magelang, Sleman./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah pasien positif Covid-19 di Gunungkidul bertambah menjadi 25. Tambahan satu orang yang dicatat pada Selasa (12/5/2020) berasal dari penularan klaster Indogrosir Sleman.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan karyawan Indogosir yang positif Corona tersebut adalah warga berusia 27 tahun asal Kecamatan Panggang. “Jadi total kasus ada 25 orang yang dinyatakan positif corona,” kata Dewi, Selasa.
Menurut dia, di Gunungkidul terdapat tujuh orang yang reaktif rapid test dari klaster Indogrosir. Dua orang adalah kiaryawan dan lima lainnya merupakan hasil penelusuran yang dilakukan petugas medis terhadap kedua karyawan tersebut.
Dewi mengatakan ketujuh orang ini sudah dilakukan tes swab. Namun, baru tiga kasus yang sudah keluar hasilnua dan empat lainnya masih menunggu hasil pengujian. “Untuk hasil yang keluar, satu dinyatakan positif dan dua lainnya negatif,” katanya.
Empat orang yang menunggu hasil swab masih dikarantina di RSUD Saptosari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Azzedine Ounahi mencetak dua gol untuk membawa Singa Atlas ke perempat final.
Prakiraan cuaca DIY 5 Juli 2026 didominasi cerah. Kulon Progo berawan, suhu 20-30 derajat Celsius dengan kelembapan hingga 99 persen.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
KWT Sleman dilatih mengembangkan pangan fungsional berbasis pandan dan cabai menjadi produk bernilai tambah untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
Pemerintah menargetkan 40 ribu Kopdes Merah Putih mulai beroperasi Oktober 2026 untuk memperkuat ekonomi desa dan layanan masyarakat.