Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Suasana rapid test bagi pengunjung Indogrosir yang digelar di Gor Pangukan, Sleman, Selasa (12/5/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY melaporkan hingga saat ini sudah 265 warga DIY yang menunjukkan hasil reaktif saat menjalani rapid test untuk screening awal Covid-19.
Melalui Instgram terverifikasi Pemda DIY @humasjogja, diumumkan per 11 Mei 2020, DIY telah menerima 20.400 alat Rapid Diagnostic Test (RDT).
Sebanyak 17.640 kit RDT di antaranya telah didistribusikan ke sejumlah tempat antara lain:
- 30 Rumah sakit rujukan Covid-19 DIY
- Balai Besar Teknik Lingkungan Hidup dan Pengendalian Penyakit DIY (BBTKLPP DIY)
- Kantor Kesehatan Pelabuhan DIY
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD DIY) dan
- Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota.
Dari Rapit Diagnostic Test yang telah dilaksanakan, 10.601 hasilnya telah diketahui.
"Sebanyak 10.211 hasilnya dinyatakan nonreaktif, dan 265 hasil dinyatakan reaktif," kata pernyataan di Instagram seperti dikutip Harianjogja.com, Rabu (13/5/2020).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.