Superindo & Lottemart Bakal Jadi Lokasi Rapid Test Massal di Sleman

Suasana rapid test bagi pengunjung Indogrosir yang digelar di Gor Pangukan, Sleman, Selasa (12/5/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
13 Mei 2020 17:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah kini menggencarkan tes massal dengan rapid test untuk segera menemukan orang-orang yang diduga terinfeksi Covid-19.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan melakukan rapid test massal secara random, di pusat-pusat keramaian. Ini merupakan upaya untuk mencegah penularan Covid-19, agar tidak memunculkan klaster baru.

“Kita akan lakukan random sampling, bisa di pusat perbelanjaan ataupun di tempat keramaian lain,” ujar Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, seusai menerima bantuan tanggap bencana dari Satgas Bencana nasional BUMN Wilayah DIY di RSU Sakina Idaman, Rabu (13/5/2020).

Lokasi rapid test random ini bisa dilakukan di supermarket seperti Superindo, ataupun Lottemart. Namun bisa juga di pasar-pasar tradisional yang ramai hingga di posko Covid-19 di pedukuhan yang menjadi tempat berkumpul warga.

“Kita tidak ingin ada lagi klaster dari pusat perbelanjaan, makanya akan kita random,” kata wabup.

Supermarket memiliki potensi penularan lebih tinggi dibanding pasar tradisional. Konsumen harus antre panjang, tidak seperti di pasar tradisional yang langsung berhubungan dengan pedagang. Meskipun begitu pasar tradisional juga belum menerapkan jaga jarak, dan masih ditemukan pedagang yang tidak memakai masker.

Terkait dengan klaster Indogrosir, Muslimatun mengatakan ada sekitar 1.500 yang akan menjalani rapid test. Hari ini merupakan hari kedua, dan ditarget per hari ada 500 konsumen melakukan rapid test. Pada hari pertama kemarin diikuti 460 orang dan ada 20 yang reaktif.

“Hari ini kita belum ada laporan, tetapi 20 orang reaktif kemarin sudah dijemput untuk dikarantina di Wisma Haji,” ujarnya.

Jumlah ini, tidak sebesar prediksi yang ada. Sehingga mereka akan dikumpulkan dan nantinya menjalani rapid test kedua. Jika hasilnya reaktif akan diteruskan dengan swab.

Pemkab Sleman juga masih melakukan penelusuran, terkait penyebaran di Indogrosir. Sejauh ini belum diketahui karyawan yang pertama kali terinfeksi sampai menularkan ke karyawan yang lain.

Anggota Komisi VI DPR RI asal DIY Subardi mengatakan, bantuan ini dari BUMN korwil DIY. BUMN menjadi mitra kerja dari Komisi VI, yang selalu berkoordinasi dalam penanganan Covid-19. Hari ini disalurkan di Sleman, setelah kemarin di Kota Yogyakarta. Sedangkan tiga kabupaten kota lain segera menyusul.

Berita ini sebelumnya telah terbit di inews.id dengan judul Cegah Klaster Baru Covid-19, Pemkab Sleman Akan Random Rapid Test di Pusat Keramaian.

Sumber : inews.id