Pengunjung Indogrosir Asal Sleman yang Reaktif Rapid Test Total 52 Orang

Suasana rapid test bagi pengunjung Indogrosir yang digelar di Gor Pangukan, Sleman, Selasa (12/5/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
14 Mei 2020 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Hari ketiga pelaksanaan rapid test massal bagi pengunjung Indogrosir hanya dihadiri oleh 339 orang. Dari jumlah tersebut sebanyak 13 orang dinyatakan reaktif RDT.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan jumlah tersebut menambah daftar pengunjung yang pada dua hari sebelumnya melaksanakan RDT massal. Jika pada hari pertama jumlah pengunjung yang reaktif sebanyak 20 orang, disusul hasil rapid test kedua 19 orang, maka total pengunjung Indogrosir yang reaktif hingga kini sebanyak 52 orang.

Joko mengatakan, Dinkes sebelumnya sudah memperkirakan ada pengunjung Indogrosir yang reaktif saat dilakukan RDT. Hanya saja, jumlah dan prosentase tidak sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Meskipun begitu, Dinkes masih akan menunggu hasil swab bagi 52 pengunjung Indogrosir yang reaktif.

"Kalau ada yang reaktif itu sudah diperkirakan. Tapi kalau dilihat hasilnya dari sisi jumlah memang tidak sebanyak yang diprediksi sebelumnya. Tapi nanti kita masih menunggu hasil swab test-nya," kata Joko, Kamis (13/5/2020).

Sejak digelar Selasa (12/5/2020) hingga Kamis (14/5/2020) kemarin, dari sebanyak 1.422 warga yang lolos pendaftaran hanya 1.227 orang yang mengikuti rapid test massal tersebut. Artinya, sebanyak 195 warga yang sebelumnya mendaftar tidak hadir.

"Mereka yang tidak hadir tetap kami beri kesempatan untuk melakukan rapid test mandiri. Untuk yang reaktif, langsung kami arahkan untuk karantina di Asrama Haji," katanya.

Koordinator Shelter Asrama Haji Makwan mengatakan dari 39 orang yang reaktif hasil rapid test massal pada hari pertama dan kedua, belum seluruhnya diisolasi di Asrama Haji. Pihaknya mencatat per Kamis (14/5/2020) baru 33 orang yang menghuni shelter tersebut. "Dari 39 orang yang harusnya masuk baru 33 orang saja yang menghuni Asrama Haji. Empat orang sudah dibawa ke rumah sakit untuk melakukan test swab," katanya.