Rencana Rapid Test Massal di Pasar dan Supermarket Bantul, Begini Penjelasan Gugus Tugas

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
15 Mei 2020 08:07 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul belum berencana menggelar rapid test massal di pasar dan supermarket di wilayahnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan sampai kini belum ada rencana pihaknya menggelar rapid test di pasar-pasar tradisional.

“Sampai saat ini kita tidak ada rencana rapid massal di pasar ataupun pusat perbelanjaan,” kata pria yang akrab dipanggil dokter Oky ini, Kamis (14/5/2020).

Oky juga tidak menjelaskan secara detail alasan mengapa permintaan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X agar seluruh kabupaten kota untuk melaksanakan rapid test tersebut tidak masih dalam rencana. Sementara hingga kini, sebanyak 2.800 alat rapid diagnostic test (RDT) telah digunakan di Bantul untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga yang rentan terpapar virus corona jenis baru penyebab covid-19.

Kepastian tidak adanya rencana menggelar rapid test juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo.

“Belum ada keputusan dari Gusus Tugas terkait hal tersebut [rapid test di pasar-pasar tradisional dan pusat perbelanjaan]. Kami akan melaksanakan rapid test untuk tenaga kesehatan dan pelayanan berisiko dan untuk pengunjung Indogrosir lebih dahulu,” ucap Agus.

Hal sama juga diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta. Yulius mengungkapkan sampai saat ini belum ada permintaan baik dari Gugus Tugas terkait dengan pelaksanaan rapid test massal.

“Belum ada sejauh ini. Memang alat test saat ini juga terbatas. Sejauh ini, kami belum diminta untuk ikut mengamankan rencana rapid test tersebut. Karena sejauh ini memang belum ada rencana rapid test,” ucap Yulius.