SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Program KB
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY mengubah pola distribusi alat kontrasepsi dari sebelumnya disalurkan lewat fasilitas kesehatan dan puskesmas, pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) disalurkan lewat petugas layanan keluarga berencana (KB) atau penyuluh KB.
Perubahan pola pendistribusian alat kontrasepsi tersebut karena pengakses atau akseptor KB di puskesmas dan layanan rumah sakit lainnya menurun sejak pandemi Covid-19. Bahkan target sasaran KB baru yang ditetapkan BKKBN Perwakilan DIY pada tahun ini sebanyak 92.000 orang, baru tercapai sekitar 10%.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Ukik Kusuma Kurniawan, mengatakan peningkatan capaian KB perlu dilakukan dengan cara jemput bola melalui petugas layanan KB. Hal itu sesuai dengan surat edaran dari Kepala BKKBN No. 8/2020 tentang Penanganan Pelayanan KB di Masa Pandemi.
Edaran tersebut selaras dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang sudah mengeluarkan panduan pelayanan KB. “Intinya petugas layanan KB atau penyuluh keluarga berencana diperkenankan melakukan pendistribusian ulang [alat kontrasepsi] kepada masyarkat, tentu dibawah pengawasan puskesmas atau fasilitas kesehatan,” kata Ukik, seusai rapat bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) dan Dinas Kesehatan di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (18/5/2020).
Ukik mengatakan perubahan pola pendistribusian alat kontrasepsi itu dikarenakan jumlah pasien atau akseptor KB mengalami penurunan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan, di antaranya, kata Ukik, adanya kekhawatiran akseptor tentang penularan Covid-19 saat mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, alasan lainnya karena beberapa fasilitas kesehatan juga membatasi layanan KB karena petugas kesehatan fokus menangani Covid-19. “Atau bisa jadi ada akseptor KB namun belum tercatat karena petugas fokus menangani Covid-19,” ucap Ukik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Sepekan dikelola KAI Commuter, KA Bandara YIA melayani hingga 8.000 penumpang per hari saat akhir pekan dengan 50 perjalanan.
Volume sampah Sleman mencapai 15.429 ton hingga pertengahan September 2026. DLH mewaspadai risiko kebakaran saat musim kemarau.
Onsen Resort Kaliurang menghadirkan konsep akomodasi yang memadukan suasana pegunungan dengan nuansa Jepang di kawasan lereng Gunung Merapi, Sleman
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. ESDM menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Dinsos Kulonprogo mempercepat pendaftaran Perlinsos Digital. Sebanyak 255 agen Perlinsos telah terdaftar untuk mendampingi warga.