Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Program KB
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan DIY mengubah pola distribusi alat kontrasepsi dari sebelumnya disalurkan lewat fasilitas kesehatan dan puskesmas, pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) disalurkan lewat petugas layanan keluarga berencana (KB) atau penyuluh KB.
Perubahan pola pendistribusian alat kontrasepsi tersebut karena pengakses atau akseptor KB di puskesmas dan layanan rumah sakit lainnya menurun sejak pandemi Covid-19. Bahkan target sasaran KB baru yang ditetapkan BKKBN Perwakilan DIY pada tahun ini sebanyak 92.000 orang, baru tercapai sekitar 10%.
Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Ukik Kusuma Kurniawan, mengatakan peningkatan capaian KB perlu dilakukan dengan cara jemput bola melalui petugas layanan KB. Hal itu sesuai dengan surat edaran dari Kepala BKKBN No. 8/2020 tentang Penanganan Pelayanan KB di Masa Pandemi.
Edaran tersebut selaras dengan kebijakan Kementerian Kesehatan yang sudah mengeluarkan panduan pelayanan KB. “Intinya petugas layanan KB atau penyuluh keluarga berencana diperkenankan melakukan pendistribusian ulang [alat kontrasepsi] kepada masyarkat, tentu dibawah pengawasan puskesmas atau fasilitas kesehatan,” kata Ukik, seusai rapat bersama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPPKBPMD) dan Dinas Kesehatan di Parasamya, Kompleks Pemerintahan Kabupaten Bantul, Senin (18/5/2020).
Ukik mengatakan perubahan pola pendistribusian alat kontrasepsi itu dikarenakan jumlah pasien atau akseptor KB mengalami penurunan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan penurunan, di antaranya, kata Ukik, adanya kekhawatiran akseptor tentang penularan Covid-19 saat mengakses layanan kesehatan.
Selain itu, alasan lainnya karena beberapa fasilitas kesehatan juga membatasi layanan KB karena petugas kesehatan fokus menangani Covid-19. “Atau bisa jadi ada akseptor KB namun belum tercatat karena petugas fokus menangani Covid-19,” ucap Ukik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Menhub Dudy Purwagandhi meminta maskapai segera menginformasikan pembatalan dan refund tiket akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Perubahan desil membuat sebagian warga DIY kehilangan bansos. Sekda DIY meminta verifikasi data DTSEN dipercepat agar bantuan tepat sasaran.
Kebakaran gedung pesta pernikahan di Kinshasa, Kongo, menewaskan 22 orang. Jalur evakuasi terbatas diduga memperparah jumlah korban.
OJK mencabut izin usaha 13 bank sepanjang 2026. Berikut daftar BPR dan BPRS yang izinnya dicabut hingga September.
Konstruksi Tol Jogja-Solo Paket 2.2 Trihanggo-Junction Sleman ditargetkan rampung Desember 2026 dan diharapkan memperlancar arus Jateng-DIY.