Kulonprogo Akan Gelar Rapid Test Corona Massal, Sasarannya Pedagang & Pengunjung Pasar Serta Pramuniaga

Ilustrasi - Freepik
18 Mei 2020 18:37 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kulonprogo akan melaksanakan rapid test massal dengan sasaran prioritas pedagang, pramuniaga, serta pembeli yang beraktivitas di pasar tradisional dan toko-toko swalayan di Kulonprogo. Rapid test akan digelar pada Selasa sampai dengan Rabu (19-20/5/2020).

“Ini upaya kami untuk mengantisipasi hal-hal serupa seperti kasus di Indogrosir, Sleman kemarin,” ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kulonprogo, Ananta Kogam, kepada awak media, Senin (18/5/2020).

Dinas Kesehatan menargetkan bisa menjaring 500 spesimen. Sasaran tes cepat massal adalah pedagang, pramuniaga, dan pembeli yang beraktivitas di Pasar Bendungan, Pasar Wates, Sentolo, dan sejumlah swalayan seperti Sido Agung dan WS Toserba.

“Lokasi rapid test ini di  Puskesmas Wates, Puskemas Sentolo 2, Puskesmas Pengasih 1 dan 2, serta Labkesda Kabupten Kulonprogo,” kata Kogam.

Menurut dia, para pedagang pasar dan karyawan swalayan akan diundang untuk menjalani rapid test. Undangan itu berdasarkan data pedagang atau karyawan yang dimiliki masing-masing pengurus pasar dan swalayan.

Pengunjung akan diseleksi melalui proses screening pada Selasa besok. Dinkes Kulonprogo kini sudah mempersiapkan form untuk itu.

“Untuk menghindari kerumunan, nanti akan ada jeda, misal yang gelombang pertama pada pukul 08.00-09.00 WIB lalu yang kedua akan dimulai pada 10.00 WIB.”

Kogam mengatakan pedagang maupun warga masyarakat yang menunjukkan hasil rapid test reaktif akan dikirim langsung ke RSUD Wates. “Setelah itu mereka bisa melakukan isolasi mandiri hingga hasil swabnya keluar. Jika nantinya hasil swab positif, akan segera dirawat di RSUD Wates.”

RSUD Wates sudah menyiapkan 16 ruang isolasi, terdiri dari Ruang Gardenia sebanyak enam tempat tidur dan Dahlia 10 tempat tidur. “Dengan jumlah itu, maka untuk sementara ini kami masih mampu menampung PDP,” ujar Direktur RSUD Wates Lies Indriyati.