Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Salah satu warga Bantul yang positif Cpvid-19 dari klaster Indogrosir telah sembuh.
Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyatakan satu pasien positif COVID-19 yang dinyatakan sembuh pada Selasa ini terpapar dari klaster Indogrosir di Kabupaten Sleman.
"Diinformasikan hari ini ada kesembuhan pasien positif satu orang, adalah perempuan berusia 42 tahun, (dari) klaster Indogrosir," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa dalam keterangan tertulis melalui aplikasi pesan di Bantul, Selasa (19/5/2020) petang.
Menurut dia, pasien corona yang sembuh tersebut merupakan seorang karyawan pusat perbelanjaan yang ada di Jalan Magelang, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman.
Pasien sembuh setelah dirawat selama sepekan di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul.
Pasien asal Kecamatan Banguntapan tersebut dinyatakan terkonfirmasi positif virus corona setelah pemeriksaan swab keluar pada 12 Mei, dan kesembuhan ini menjadi pasien pertama yang sembuh dari para pasien positif di Bantul yang ditemukan dari klaster Indogrosir.
Jubir Gugus Tugas COVID-19 Bantul yang juga Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinkes Bantul itu pada 19 Mei malam juga menambahkan infomasi adanya kesembuhan lagi satu orang, sehingga Selasa ini totalnya ada dua pasien corona yang sembuh.
"Pasien kedua adalah perempuan berusia 26 tahun, yang dirawat di JIH (Jogja Internasional Hospital), punya riwayat perjalanan dari Jakarta," kata pria yang akrab disapa dokter Oky tersebut.
Selain dua pasien sembuh, pihaknya juga mengumumkan adanya penambahan kasus positif baru satu orang, yaitu perempuan berusia 25 tahun dari klaster Indogrosir. Saat ini pasien baru dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul.
Dengan adanya tambahan dua pasien sembuh ini, maka total kesembuhan kasus COVID-19 di Bantul per Selass ini sebanyak 19 orang dari total kasus positif sebanyak 54 orang, sementara pasien positif yang masih rawat inap di rumah sakit ada 33 orang (dikurangi sembuh 19 orang dan dua meninggal).
Rumah sakit yang merawat pasien positif tersebut adalah Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito, RS Bethesda, RSLKC Bantul, Rumah Sakit Panembahan Senopati, RS JIH, RSU PKU Muhammadiyah Bantul, RS Elizabeth Ganjuran Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Pembukaan Selat Hormuz bantu turunkan biaya energi, tapi industri tekstil Indonesia masih dibebani impor, gas mahal, dan utilisasi rendah.
PBNU siapkan Munas dan Konbes NU 2026 di Kediri, bahas isu keagamaan, organisasi, hingga persiapan muktamar.
Warga Padukuhan Banyu di Gunungkidul masih kesulitan air bersih meski ada sumur bor dan Spamdes, terutama saat musim kemarau.
Warga Gedongtengen Jogja didorong mengolah limbah buah jadi eco enzim, pakan ikan, dan produk kesehatan berbasis fermentasi.
Indomobil eMotor luncurkan Tyranno X di Jakarta Fair 2026, motor listrik 160 km, harga Rp32,8 juta.