Sejumlah Masjid di Sleman Tetap Akan Gelar Salat Id

Pelaksanaan Salat Id di Lapangan Instiper, Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Rabu (5/6/2019).-Harian Jogja - Yogi Anugrah
22 Mei 2020 09:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN- Meskipun diimbau untuk melaksanakan Solat Idul Fitri di rumah masing-masing, namun sejumlah masjid di Sleman diprediksi akan tetap menggelar sholat Idul Fitri.

Mengingat hal itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan jika Pemkab Sleman pada tahun ini tidak menyelenggarakan Salat Idulfitri berjamaah di lapangan Denggung. "Saya tahun ini dijadwalkan melakukan khotbah di lapangan Denggung. Tetapi karena pandemi Corona itu tidak diselenggarakan," kata Sri, Kamis (21/5/2020).

Menurut Sri, terlalu berisiko besar jika Salat Id berjamaah tetap dilakukan meskipun takmir menyediakan saf dengan jaga jarak. Baginya, munculnya pertemuan atau kerumunan besar sangat beresiko menularkan virus Covid-19. "Kami tidak mau ambil resiko. Apalagi sudah terjadi transmisi lokal," katanya.

Disinggung soal penyelenggaraan Salat Id berjamaah di Masjid Agung Sleman, Sri menegaskan jika hal itu hanya diikuti warga sekitar. Penyelenggaraan Salat Id di Masjid Agung tidak terbuka untuk umum. "Hanya masyarakat lokal, mereka tidak reaktif dan bukan untuk umum. Saya sendiri tidak ikut di sana. Saya Salat Idulfitri di pendopo rumah dinas bersama keluarga," katanya.

Dia berharap masyarakat menjalankan protap kesehatan yang sudah disampaikan oleh MUI dan Kementerian Agama. "Mereka punya protap MUI dan sudah sampaikan. Meskipun Sleman bukan wilayah PSBB tetapi tetap tidak diperbolehkan menimbulkan kerumunan. Masjid Agung harus tetap mengikuti protap itu," katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Kemenag Sleman, Sa'ban Nuroni mengatakan Kemenag masih melakukan pendataan daftar masjid yang tetap melaksanakan Solat Id berjamaah. Kemenag memperkirakan ada sekitar 10-20 masjid yang akan menggelar Salat Id. "Memang informasinya ada masjid yang tetap menggelar Salat Id. Kami sudah imbau jauh hari agar Salat Id cukup di rumah masing-masing," kata Sa'ban.

Kemenag, lanjut Sa'ban akan menggandeng dewan masjid dan organisasi masyarakat agar takmir masjid meniadakan Salat Id berjamaah. Kemenag juga sudah melibatkan imbauan tersebut melalui KUA dan tokoh agama masing-masing agar Salat Id digelar di rumah. "Ada sekitar 2.500 masjid yang ada di Sleman. Kami hanya bisa memberikan edukasi dan imbauan, kami anjurkan untuk Salat Id di rumah saja," katanya.

Dia berharap masyarakat mematuhi imbauan ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, adanya kerumunan orang tersebut berpotensi terjadinya penyebaran virus. "Jadi kerumunan seperti itu harus dihindari. Kami berharap masyarakat memahami masalah ini agar penyakit ini segera hilang," katanya.