Jelang Lebaran, Konsumsi Gas Melon Cenderung Turun

Ilustrasi elpiji 3 Kg. - SOLOPOS/ Sunaryo Haryo Bayu
22 Mei 2020 23:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pandemi Corona ikut berdampak terhadap konsumsi elpiji ukuran tbung tiga kilogram atau gas melon di masyarakat. Meski demikian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul tetap meminta tambahan kuota sebesar 4% ke PT Pertamina. Tambahan ini untuk mengantisipasi kelangkaan pada saat Lebaran.

Salah seorang pemiliki pangkalan gas di Kecamatan Patuk, Toni, mengatakan ada kecenderungan pola konsumsi gas melon mengalami penurunan yang terlihat dari angka penjualan. Setiap kali pengiriman toni mendapatkan jatah sebanyak 40 tabung. Di waktu normal, jatah tersebut cepat habis, tetapi sekarang stok masih ada dan sudah ada pengiriman dari Pertamina.

Bahkan, kata Toni, kuota pengiriman yang diberikan lebih banyak dari biasanya. Ia tidak tahu persis penyebab penurunan permintaan dari masyarakat, namun diduga karena terdampak pandemi Corona. “Penurunan permintaan sangat terasa. Tahun lalu menjelang Lebaran warga antre mendapatkan gas melon, tetapi sekarang cenderung sepi,” katanya kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Dia berharap agar pandemi segera berlalu agar kehidupan dapat kembali normal seperti biasa. “Ya kalau seperti sekarang banyak yang terdampak termasuk usaha yang saya geluti dalam penjualan elpiji,” katanya.

Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko Sudarto, tidak menampik adanya penurunan konsumsi gas melon di masyarakat. Penurunan tidak lepas adanya penyebaran Corona sehingga berpengaruh terhadap kebutuhan di masyarakat. “Banyak pedagang kecil seperti pedagang gorengan, bakso atau mi ayam keliling yang tutup, sehingga terjadi penurunan pembelian gas untuk bahan bakar berusaha,” katanya.

Meski demikian, Johan mengakui tetap mengajukan tambahan kuota sebesar 4% dari waktu normal. Penambahan ini dibutuhkan untuk antisipasi adanya kelangkaan saat perayaan Hari Raya Idulfitri. “Hasil koordinasi ada informasi ada tambahan sekitar 14.000 tabung atau sekitar empat persen dari jatah normal. Tetapi untuk kepastian, saya belum mengeceknya lagi,” katanya.