Reaktif Rapid Test, Belasan Warga Gunungkidul Dikarantina di Wisma Wanagama

Foto Ilustrasi. - Ist/Freepik
22 Mei 2020 18:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pasca-diresmikan untuk karantina massal pada Kamis (21/5/2020), Wisma Wanagama di Desa Banaran Playen mulai dipergunakan. Total hingga Jumat (22/5/2020) sudah ada 14 warga yang dikarantina.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Wisama Wanagama sudah mulai diisi oleh warga yang reaktif rapid test corona. Isolasi massal dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk penyebaran penyakit yang lebih luas. “Karantina sempat menggunakan RSUD Saptosari, tapi sekarang dipusatkan di Wisma Wanagama,” kata Dewi kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).

Menurut dia, belasan warga yang dikarantina bisa menjalani kehidupan seperti biasa di wisma. Selain itu, petugas medis juga telah melakukan tes swab guna memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. “Tes cepat bukan menjadi acuan utama, karena untuk kepastian positif atau tidak harus dilakukan swab,” katanya.

Dewi mengungkapkan, karantina massal dilakukan karena tidak semua warga reaktif dapat menjalani isolasi mandiri. Oleh karenanya, pemkab menyediakan faslilitas agar proses karantina bisa berjalan dengan baik.

Disinggung mengenai jumlah kasus Corona, Dewi mengakui pada Jumat siang ada tambahan satu kasus sehingga total ada 35 pasien positif di Gunungkidul. Meski demikian, dari jumlah itu sudah ada 25 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya sembilan pasien masih dalam masa perawatan. “Ada satu pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.

Kepala PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengatakan, pihaknya ikut berpartisipasi dalam proses karantina massal di Wisma Wanagama. Menurut dia, relawan PMI bertugas antar jemput warga yang dikarantina. “Ini termasuk saat pengambilan swab di rumah sakit, kami juga mengantarnya,” kata Iswandoyo.