Gunungkidul Kekurangan 936 Guru, Disdik Tarik Tenaga dari Sekolah Swasta
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pasca-diresmikan untuk karantina massal pada Kamis (21/5/2020), Wisma Wanagama di Desa Banaran Playen mulai dipergunakan. Total hingga Jumat (22/5/2020) sudah ada 14 warga yang dikarantina.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Wisama Wanagama sudah mulai diisi oleh warga yang reaktif rapid test corona. Isolasi massal dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk penyebaran penyakit yang lebih luas. “Karantina sempat menggunakan RSUD Saptosari, tapi sekarang dipusatkan di Wisma Wanagama,” kata Dewi kepada wartawan, Jumat (22/5/2020).
Menurut dia, belasan warga yang dikarantina bisa menjalani kehidupan seperti biasa di wisma. Selain itu, petugas medis juga telah melakukan tes swab guna memastikan apakah terpapar Covid-19 atau tidak. “Tes cepat bukan menjadi acuan utama, karena untuk kepastian positif atau tidak harus dilakukan swab,” katanya.
Dewi mengungkapkan, karantina massal dilakukan karena tidak semua warga reaktif dapat menjalani isolasi mandiri. Oleh karenanya, pemkab menyediakan faslilitas agar proses karantina bisa berjalan dengan baik.
Disinggung mengenai jumlah kasus Corona, Dewi mengakui pada Jumat siang ada tambahan satu kasus sehingga total ada 35 pasien positif di Gunungkidul. Meski demikian, dari jumlah itu sudah ada 25 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan sisanya sembilan pasien masih dalam masa perawatan. “Ada satu pasien positif yang dinyatakan meninggal dunia,” imbuhnya.
Kepala PMI Gunungkidul, Iswandoyo mengatakan, pihaknya ikut berpartisipasi dalam proses karantina massal di Wisma Wanagama. Menurut dia, relawan PMI bertugas antar jemput warga yang dikarantina. “Ini termasuk saat pengambilan swab di rumah sakit, kami juga mengantarnya,” kata Iswandoyo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul kekurangan guru SD-SMP. Disdik menugaskan guru sekolah swasta dan guru TK untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.
Guru Besar UKI Angel Damayanti mengingatkan potensi penyalahgunaan gim online untuk propaganda ekstremisme dan mendorong penguatan literasi digital.