Malam Takbiran di Gunungkidul Sepi

Lampion masjid Gadungsari saat pawai takbiran di Alun-Alun Wonosari, Gunungkidul, Selasa (4/6 - 2019) tahun lalu.Harian Jogja/Dok
23 Mei 2020 23:07 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah pandemi Covid-19, malam takbiran di Gunungkidul sepi.

Sekitar pukul 20.30 WIB, di kawasan Kota Wonosari belum tampak warga takbir berkeliling. Bahkan, takbir melalui pengeras suara sudah tak terdengar lagi.

Lantunan takbir, tahmid dan tahlil hanya beberapa saat saja terdengar melalui pengeras suara di masjid-masjid bakda Maghrib, sebelum, dan sesudah Salat Isya. Setelah itu, lantunan takbir tak terdengar lagi.

Bahkan, di Masjid Al-Ikhlas Wonosari, takmir masjid tidak mengumandangkan takbir melalui pengeras suara. Tak terdengar sama sekali lantunan kalam ilahi seperti biasanya menjelang hari raya seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau di masjid Al Ikhlas tidak ada sama sekali lantunan takbir menggunakan pengeras suara, intinya tidak ada takbiran dulu,” kata Ketua Takmir Masjid Al Ikhlas, Andar Jumailan kepada Harian Jogja, Sabtu malam.

Andar mengungkapkan takbiran melalui pengeras suara lebih dominan dilantunkan di masjid-masjid yang berada di desa-desa, itu pun hanya sesaat.

“Ada juga warga yang pasang sound di depan rumah masing-masing, tapi sekarang sudah tidak terdengar lagi takbirannya," paparnya.

Kasubbag Humas Polres Gunungkidul, IPTU Enny Nurwidhiastuti mengungkapkan kepolisian telah mengeluarkan imbauan berupa surat edaran yang diteruskan ke masing-masing polsek hingga jajaran Bhabinkamtibmas, agar tidak menggelar takbir keliling sebagai upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kami juga sudah mengimbau agar masyarakat tidak melaksanakan Salat Id di masjid atau di lapangan secara berjamaah, mengingat pandemi belum menurun.”