Tak Bisa Daring, Pendaftaran KKO Terapkan Protokol Kesehatan

Ilustrasi olahraga
28 Mei 2020 06:27 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pendaftaran Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMPN 13 Jogja masih belum bisa dilaksanakan secara daring. Meski demikian guna meminimalisir penyebaran Covid-19, beragam standar protokol kesehatan tetap diterapkan.

Kepala Dinas Pendidikan Jogja, Budi Asrori menjelaskan bahwa proses pendaftaran KKO memang tidak dilakukan daring. Adanya tes fisik bagi para calon siswa diharuskan mengikuti tes tatap muka. Tes fisik jelas tidak bisa dinilai secara daring.

"Pendaftaran KKO yang kelas tidak bisa online karena ada tes fiaiknya, namun tetap ada protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang diterapkan," jelas Budi dihubungi pada (27/5/2020).

Secara rinci protokol kesehatan yang dimaksud Budi dijelaskan spesifik oleh Kepala Sekolah SMPN 13 Jogja, Orbantari Dwi Santosawati. Orbantari menjelaskan para pendaftar hanya akan sampai luar sekolah untuk menyerahkan berkas di loket pendaftaran. Di loket tersebut, para petugas telah dilengkapi sejumlah Alat Pelindung Diri (APD) untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. "Petugas sekolah akan menggunakan face shield," ujar Orbantari.

Orbantari menjelaskan bahwasanya persiapan pembukaan pendaftaran KKO sudah capai 100%. Alur pendaftaran offline KKO telah disusun, misal pendaftar datang dicek suhu tubuh, cuci tangan, mengambil formulir, lalu pengecekan berkas, dan seterusnya. Bila terjadi antrean, para pendaftar akan mengisi formulir di bangku-bangku yang sebelumnya telah diatur jaraknya. "Setelah menyerahkan berkas pendaftar akan melalui pintu yang berbeda sehingga tidak berpapasan dengan pendaftar lainnya yang hendak mengumpulkan berkas," terangnya.

Faktor penyebab tidak bisa dilaksanakan pendaftaran secara daring dijelaskan oleh Orbantari. Ada beberapa tes khusus yang menurut Orbantari harus dilakukan secara offline. "Tes fisik kami telah bekerjasama dengan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu pun ada prosedur khususnya," ujarnya.

KKO memang memiliki kriteria seleksi teknis dalam pembobotan nilai. Seleksi teknis meliputi tes kesehatan, kebugaran, dan kecabangan olahraga. "Penerimaan siswa berdasarkan pembobotan 45 persen nilai seleksi teknis, 30 persen surat kekuatan atau surat keterangan lain, dan 25 persen nilai akhir siswa dalam DIY," jelas Orbantari.

Tes fisik juga dilakukan secara terjadwal, sehingga tidak sekali waktu seluruh pendaftar melaksanakan tes. "Sudah dibagi jamnya, itu pun masuk lokasi tes di GOR UNY para calon siswa diukur suhu tubuhnya juga," jelas Orbantari.

Kapasitas yang luas dan penjadwalan diharap mampu meminimalisir kerumunan. "Dari pendaftaran juga sudah dijadwalkan, misal hari ini pendaftaran di buka untuk Kecamatan Mantrijeron, nanti hari berikutnya kecamatan yang lain, bergilir supaya tidak menumpuk sekali waktu," ujarnya.

SMPN Jogja pada tahun ini kembali membuka satu kelas KKO dengan kapasitas 34 siswa. Setiap tahun kuota tersebut selalu terpenuhi. Tahun ini pendaftaran dimulai pada Jumat (29/5/2020). "Perbandingannya ya 1:2 sampai 1:3 antara jumlah siswa yang diterima dan pendaftar," tukas Orbantari.